PBB-Suriah teken kesepakatan awal

Pemantau PBB untuk Suriah

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, PBB telah mengirim tim kecil pemantau ke Suriah.

Suriah dan PBB hari Kamis (19/4) menandatangani kesepakatan awal berisi protokol bagi misi PBB untuk memantau gencatan senjata di Suriah.

Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan kesepakatan awal ditandatangani di Damaskus oleh Wakil Menteri Luar Negeri Faisal al-Mekdad dan seorang utusan PBB.

"Suriah baru saja menandatangani kesepahaman awal mengenai pemantau PBB di Suriah. Ini kembali menegaskan komitmen Suriah terhadap keberhasilan Rencana Annan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Jihad Makdissi.

Kantor utusan PBB dan Liga Arab untuk Suriah Kofi Annan mengukuhkan bahwa kesepakatan telah dicapai.

"Kesepakatan ini menjabarkan fungsi pemantau dalam menjalankan mandat di Suriah dan tugas serta tanggung jawab pemerintah Suriah dalam hal ini," kata juru bicara Kofi Annan, Ahmad Fawzi.

Kofi Annan sebelumnya menyusun kesepakatan gencatan di Suriah.

Kubu oposisi

Menurut Ahmad Fawzi, tim pemantau lapangan yang efektif sangat diperlukan untuk memulihkan kehidupan masyarakat Suriah secara pelan-pelan.

Dia menambahkan pihaknya juga mengadakan pembicaraan dengan para anggota oposisi Suriah untuk memastikan mereka mematuhi gencatan senjata.

"Masa-masa sulit berada di depan, dialog yang benar-benar dipimpin dan dimiliki Suriah untuk mengatasi keprihatinan sah dan aspirasi rakyat Suriah," kata Fawzi.

Sejauh ini sudah ada tim aju pemantau PBB yang berada di Suriah dan kekerasan masih berlanjut. Para aktivis mengatakan sebagian kota Homs mengalami serangan granat dari pasukan pemerintah.

Presiden Prancis Nicolas Sarkozy menuduh Presiden Suriah Bashar al-Assad berusaha menghapuskan Homs dari peta.

Beberapa pengamat mengatakan rencana damai Kofi Annan tidak cukup untuk mengatasi situasi di lapangan.

Namun Wakil Sekjen PBB Mark Malloch Brown mengatakan rencana Kofi Annan membuahkan hasil.