AS beri penjelasan soal serangan pesawat tak berawak

Brennan mengatakan serangan pesawat tak berawak etis dan sepenuhnya berdasarkan hukum.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Brennan mengatakan serangan pesawat tak berawak etis dan sepenuhnya berdasarkan hukum.

Penasihat kontra terorisme Presiden Obama memberikan penjelasan detil terkait penggunaan pesawat tak berawak AS yang digunakan untuk membunuh anggota al-Qaeda.

Dalam sebuah pidato di Washington, John Brennan mengatakan serangan tersebut membantu untuk meraih kemenangan dalam perang melawan jaringan militan.

Presiden Barack Obama menginginkan untuk lebih terbuka terkait penggunaan pesawat tak berawak tersebut, tambah Brennan.

Pernyataan ini keluar dalam pekan perayaan satu tahun kematian Osama Bin Laden.

Koresponden BBC di Washington melaporkan, ini bukan pertama kalinya pemerintahan Obama mengkonfirmasi penggunaan serangan pesawat tak berawak.

Januari silam, presiden sendiri yang mengungkapkannya saat menggelar percakapan internet. Tetapi kali ini Brennan memberikan penjelasan yang lebih rinci terkait kebijakan yang dianggap kontroversial tersebut.

Brennan mengatakan serangan pesawat tak berawak adalah sah, etis, diperlukan dan seimbang, diawasi oleh apa yang dia sebut sebagai tindakan luar biasa dan dengan pemikiran yang cermat, terutama ketika targetnya adalah warga Amerika.

Saat berpidato di Pusat Kajian Internasional Woodrow Wilson, dia mengatakan al-Qaeda mengalami kekalahan telak.

Untuk pertamakalinya sejak Amerika melancarkan perang terhadap organisasi terorisme dimulai, Brennan mengatakan sangat memungkinkan untuk membayangkan sebuah dunia dimana inti al-Qaeda tidak lagi berarti.

Dia menambahkan serangan pesawat tak berawak biasanya berlangsung dengan kerjasama pemerintah setempat, dalam tindakan ''sepenuhnya berdasarkan hukum''.

'Bencana demi bencana'

Sejumlah dokumen termasuk tulisan tangan Osama Bin Laden akan dirilis AS.
Keterangan gambar, Sejumlah dokumen termasuk tulisan tangan Osama Bin Laden akan dirilis AS.

Serangan pesawat tak berawak ini diyakini telah menewaskan ratusan militan di Afghanistan, Pakistan dan Yaman.

Tetapi Brennan juga mengakui adanya korban sipil dalam sejumlah serangan.

Pakistan beberapa kali meminta AS mengakhiri serangan pesawat tak berawak di negara mereka.

Brennan juga mengatakan dokumen yang ditemukan di lokasi tempat Osama Bin Laden tewas di Pakistan tahun lalu akan dipublikasikan akhir pekan ini.

Dokumen ini dikumpulkan oleh Navy Seals AS saat menggerebek persembunyian Bin Laden di Abbottabad, 2 Mei 2011.

Sejumlah dokumen ini diantaranya termasuk surat komunikasi diantara Bin Laden dengan beberapa rekannya, dan buku harian tulisan tangan Bin Laden.

Diungkapkan bahwa Bin Laden mempertimbangkan untuk mengubah nama al-Qaeda karena banyak pemimpin operasi senior yang terbunuh.

"Singkatnya, al-Qaeda kalah telak. Dan Bin Laden mengetahui itu. Dalam dokumen yang kami sita, dia mengakui adanya 'bencana demi bencana','' kata Brennan.

"Dengan kehilangan banyak komandan yang paling terampil dan berpengalaman, al-Qaeda kesulitan untuk mengganti mereka.''

Brennan mengatakan dokumen tersebut akan dirilis oleh Pusat Penanggulangan Terorisme Akademi Militer AS.