Pembangkang Cina meminta bantuan Kongres AS

Chen berkomunikasi dengan Kongres AS melalui telepon selular dan penerjemah.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Chen berkomunikasi dengan Kongres AS melalui telepon selular dan penerjemah.

Pembangkang Cina Chen Guangcheng menelepon Kongres AS guna meminta bantuan untuk meninggalkan Cina bersama keluarganya.

Chen mengatakan dia mengkhawatirkan keselamatan keluarganya dan ingin bertemu langsung dengan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton.

Chen sendiri saat ini berada di sebuah rumah sakit di Beijing yang dijaga ketat oleh polisi Cina.

Sebelumnya dia menghabiskan waktu sepekan di kedutaan AS tetapi kemudian keluar setelah menerima jaminan keselamatan dari pemerintah Cina.

Chen mengatakan sesaat setelah meninggalkan kedutaan dia menyadari adanya ancaman terhadap anggota keluarganya.

'Kamera intai'

Dalam teleponnya, yang disiarkan dalam sidang Kongres dia mengatakan: ''Saya ingin ke AS untuk beristirahat. Saya tidak pernah beristirahat selama 10 tahun.''

"Saat ini saya sangat mengkhawatirkan keselamatan ibu dan adik-adik saya. Saya ingin tahu apa yang terjadi dengan mereka.''

Dia mengatakan warga kampung yang menolongnya ''menerima hukuman''.

Kepada anggota Republikan Chris Smith, yang mengetuai komisi Cina di Kongres Chen mengungkapkan keinginan bertemu dengan Hillary Clinton.

"Saya ingin bertemu dengan Menteri Clinton. Saya mengharapkan mendapatkan bantuan lebih dari dirinya,'' kata Chen.

Dalam tanggapannya Smith mengatakan kepada Chen bahwa para teman pemerhati HAM mengungkapkan ''kepedulian yang mendalam'' baginya.

"Kami berdoa untukmu dan kami akan berupaya tanpa henti untuk membantu,'' kata Smith.

Chen berada di rumah sakit bersama istri dan anaknya tetapi bangunan rumah sakit dijaga ketat kepolisian dan wartawan BBC Damian Grammaticas, yang mencoba berkunjung Kamis kemarin melaporkan bahwa Chen sesungguhnya sedang ditahan.

Penjaga mencegahnya berhubungan dengan kuasa hukum dan para diplomat AS.

Chen juga mengungkapkan kekhawatiran atas anggota keluarganya di kampung halamannya di kawasan timur provinsi Shandong.

Kepada BBC Chen mengatakan istrinya menggambarkan ancaman yang diberikan disana.

"Dia mengatakan kepada saya bahwa rumah kami dipasang tujuh kamera pengintai (CCTV) di dalam halaman. Ada banyak orang di dalam dan di luar rumah dan di atap... Mereka hanya makan dan tinggal di rumah kami, dan mereka berencana membangun sebuah kawat listrik disekeliling rumah saya.''

Meski awalnya dia menyatakan ingin tetap di Cina, tetapi Chen mengubahnya karena dia meyakini Cina telah mengingkari kesepakatan untuk menjamin keselamatannya.