Aktivis Cina Chen bersiap menuju AS

Chen Guangcheng

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Chen Guangcheng bersama dengan Istri dan anaknya bersiap untuk menuju New York AS.

Aktivis Cina Chen Guangcheng - yang menjadi pusat krisis diplomasi dengan AS- mengatakan dia berada di bandara Beijing, dan berharap dapat terbang ke AS.

Aktivis tunanetra itu mengatakan kepada wartawan bahwa dia tidak memiliki paspor, tetapi yakin akan dapat pergi ke New York.

Chen menghabiskan waktu selama enam hari di kedutaan besar AS di Beijing, setelah melarikan diri dari tahanan rumah di bagian timur laut Cina.

Dia ingin meninggalkan Cina dan ditawarkan untuk belajar di Universitas New York.

Chen Guangcheng merupakan seorang pengacara yang melakukan kampanye melawan aborsi di Cina dalam kerangka kebijakan satu anak.

Dia ditahan selama empat tahun sejak 2006 karena menganggu lalu lintas dan merusak properti, dan menjadi tahanan rumah setelah dibebaskan pada 2010.

Berkemas

Kelompok aktivis China Aid, yang mendukung Chen, mengatakan dia telah memberitahukan bahwa dia dan keluarganya tengah menuju bandara Beijing, Sabtu (19/5).

Chen dan keluarganya, "diinformasikan telah berkemas dan siap untuk meninggalkan Cina" untuk pergi ke AS, tambah China Aid.

Kepada AFP melalui telepon, Chen mengatakan :" saya berada di bandara. Saya tidak memiliki paspor. Saya tidak mengetahui kapan saya akan pergi. Saya pikir saya pergi ke New York."

Bulan lalu, dia melarikan diri dari tahanan rumah di provinsi Shandong. Menurut media, aktivis tuna netra ini kabur dengan menaiki tembok dengan bantuan istrinya pada malam hari.

Dia berhasil keluar dari kediamannya dan mengalami patah kaki. Dia mengatakan harus berjalan dalam kegelapan, tersandung dan jatuh, menuju ke desa tetangga ketika seorang teman membawanya ke rumahnya.

Dia kemudian menuju kedutaan Amerika dengan menggunakan kendaraan.

Sembunyi ke kedutaan AS

Dia berlindung di sana bersamaan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, di Beijing untuk melakukan pertemuan tingkat tinggi.

Pada 2 Mei, setelah enam hari berada di kedutaan, dia sepakat untuk meninggalkan tempat persembunyian, dan semula dia menyatakan ingin tetap berada di Cina.

Kemudian dia dibawa ke rumah sakit Beijing untuk mendapatkan perawatan. Selama dirawat itulah dia menelpon kongres AS dua kali.

Pada 3 Mei lalu, dia meminta bantuan agar dapat meninggalkan Cina bersama dengan keluarganya, dan mengatakan khawatir terhadap keamanan dirinya.

Pada 16 Mei, dia meminta anggota parlemen AS melancarkan tuduhan bahwa otoritas Shandong telah mengusik keluarganya.

Chen, ditawarkan untuk melanjutkan studi hukum di Universitas New York, setelah Beijing mengatakan dia diijinkan untuk belajar di luar negeri.

AS mengatakan telah menerbitkan visa untuk Chen dan keluarga.