Paspor Chen dijanjikan selesai dua pekan

Sumber gambar, Reuters
Tokoh pembangkang Cina, Chen Guangcheng mengatakan dia dan keluarganya telah menyelesaikan proses pengajuan pembuatan paspornya.
Petugas di Cina mengatakan paspor Cheng dan keluarganya akan selesai dalam 15 hari ke depan.
Aktivis - yang mengalami kebutaan sejak masa kanak-kanak - mengatakan, proses pengisian blangko pengajuan pembuatan paspornya dibantu oleh petugas.
"Mereka mengatakan paspor saya akan dikeluarkan lima belas hari lagi," kata Chen kepada kantor berita AFP.
Dia juga mengatakan petugas akan membantu menyelidiki kasus pelecehan yang dialami keluarganya di Shandong.
Pada hari Selasa lalu, Chen menuduh pemerintah lokal setempat telah melecehkan keluarganya yang tinggal di kampung asalnya, Desa Dongshigu.
Dia mengungkapkan hal itu saat berbicara dengan Komite Kongres AS.
Cina melunak
Bulan lalu Chen sempat menghabiskan waktu selama enam hari kantor Kedubes AS di Beijing setelah kabur dari tahanan rumahnya.
Chen akhirnya meninggalkan Kedutaan AS dengan alasan untuk mengobati penyakitnya namun belakangan dia juga menceritakan bahwa dia ingin meninggalkan Cina karena khawatir terhadap keselamatan jiwanya.
Hubungan Cina dan AS sempat mengalami ketegangan karena kasus Chen ini.
Di tengah ketegangan itu AS kemudian mengupayakan jalan keluar dengan menawarkan bea siswa kepada Chen untuk belajar hukum di Universitas New York.
Di luar dugaan, pemerintah Cina kemudian mengeluarkan pernyataan yang dianggap sebagai jalan keluar atas krisis diplomatik dengan AS terkait pembangkang Chen Guangcheng.
Cina menyatakan Chen Guangcheng bisa mendaftar belajar ke luar negeri sesuai dengan peraturan yang berlaku.
"Jika dia meminta untuk belajar ke luar negeri, sebagai seorang warga Cina, dia bisa, sama seperti warga Cina lainnya, melalui prosedur jalur biasa sebagaimana yang diatur undang-undang,'' kata Juru Bicara Kementrian Luar Negeri Cina, Liu Weimin
Pemerintah AS sendiri mengatakan mereka telah menyiapkan visa untuk Chen, istri dan kedua anaknya.
Saat ini Chen Guancheng tengah berada di sebuah rumah sakit di Beijing yang dijaga ketat oleh polisi.
Chen, 40, adalah seorang pengacara yang ditangkap pemerintah Cina karena aktif dalam kampanye anti aborsi dan sterilisasi bagi perempuan yang diatur Cina dalam kebijakan satu anak per keluarga.





























