AS mengharapkan Cina ijinkan Chen Guangcheng ke luar negeri

Sumber gambar, AP
Amerika Serikat mengharapkan Cina mengijinkan pembangkang Chen Guangcheng ke luar negeri secepatnya.
Kementerian Luar Negeri menyatakan Chen telah ditawari beasiswa di sebuah universitas di Amerika, dan boleh membawa istri dan anaknya.
Sebelumnya Beijing mengatakan aktivis yang buta sejak kecil tersebut bisa mengajukan ijin sekolah ke luar negeri yang dianggap sebagai pemecah kebuntuan diplomatik Cina dengan AS.
Tensi diplomatik AS dan Cina sempat meningkat setelah Chen kabur dari tahanan rumah bulan lalu dan menghabiskan enam hari di kedutaan AS.
Dia telah keluar dari kedutaan AS tetapi dia mengatakan ingin pergi ke AS bersama keluarganya karena merasa terancam di Cina.
Beasiswa NYU
Juru bicara kementerian luar negeri AS Victoria Nuland dalam sebuah pernyataan mengatakan Chen ditawari beasiswa dari sebuah universitas yang kemudian diketahui dari Universitas New York, NYU.
Dia mengatakan Chen juga diijinkan untuk ditemani istri dan anaknya, dan AS mengharapkan Beijing bisa memproses ijin ke luar negeri ''secepatnya''.
"Pemerintah AS akan memberikan permintaan visa darinya dan keluarganya untuk menjadi perhatian secepatnya,'' demikian isi pernyataan tersebut.
Jerome Cohen, seorang profesor hukum NYU yang mengatur beasiswa dikutip kantor berita Associated Press mengatakan: ''Ini adalah jalan keluar yang bagus bagi pemerintah Cina dan pemerintah kami dan bagi Chen dan keluarganya.''
Sebelumnya, kantor berita Xinhua mengutip pernyataan juru bicara kementerian luar negeri Liu Weimin yang mengatakan: ''Jika dia ingin belajar ke luar negeri, sebagai warga Cina, dia bisa, sama seperti warga Cina lainnya, melalui proses dan saluran sesuai dengan undang-undang.''
Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menyambut baik pernyataan tersebut.
"Kemajuan telah dibuat untuk menolongnya untuk mendapatkan masa depan yang dia inginkan,'' katanya dalam keterangan pers di Beijing.
Clinton juga mengkonfirmasikan bahwa duta besar AS di Beijing telah berbicara dengan Chen melalui telepon Jumat kemarin, dan seorang dokter kedutaan bisa mengunjunginya.
Saat ini Chen Guancheng tengah berada di sebuah rumah sakit di Beijing yang dijaga ketat oleh polisi.
Chen, 40, adalah seorang pengacara yang ditangkap pemerintah Cina karena aktif dalam kampanye anti aborsi dan sterilisasi bagi perempuan yang diatur Cina dalam kebijakan satu anak per keluarga.





























