PBB pastikan 32 anak-anak dibantai di Houla

Sumber gambar,
Tim pengawas PBB memastikan 32 dari 90 jenazah yang ditemukan akibat pembantaian pasukan pemerintah Suriah di kota Houla adalah anak-anak.
Sebuah rekaman video menayangkan pemandangan mengerikan puluhan jenazah anak-anak bergelimpangan bergelimang darah.
Meski belum dapat dipastikan kebenarannya koresponden BBC mengatakan gambar semacam itu sangat sulit dipalsukan.
Komandan misi PBB di Suriah Mayor Jenderal Robert Mood kepada BBC mengatakan pembantaian di Houla ini adalah sebuah tidakan kejam dan tak bisa dimaafkan.
Jenderal Mood memastikan pasukan penyerang menggunakan senjata berbagai ukuran, senapan mesin hingga tank.
Namun, Jenderal Mood tidak menyatakan dugaannya terkait pasukan yang menyerang kota Houla.
Sementara itu Sekretaris Jenderal PBB dan utusan PBB untuk Suriah Kofi Annan mengatakan pemboman ke arah permukiman penduduk adalah pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.
Kofi Annan juga akan menghubungi pemerintah Suriah untuk menjelaskan harapan dan tuntutan komunitas internasional terkait masalah politik Suriah ini.
Reaksi internasional
Sedangkan itu Menteri Luar Negeri Inggris William Hague menyatakan segera mencari dukungan internasional untuk bereaksi atas kejahatan tersebut.
Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius mengatakan tengah menyusun pertemuan di Paris antara negara-negara sahabat Suriah, termasuk negara barat dan Arab.
Tetapi pertemuan itu tidak akan melibatkan Rusia dan Cina yang pernah menolak penerapan sanksi PBB terhadap Suriah.
Serangan ke kota Houla pada Jumat (25/5) lalu adalah salah satu serangan paling brutal di satu wilayah sejak pemberontakan melawan Presiden Bashar al-Assad dimulai pada Maret 2011.
Para aktivis kemanusiaan mengatakan korban tewas disebabkan pemboman terus menerus, namun sebagian korban tewas akibat eksekusi atau dibantai shabiba milisi bentukan pemerintah.
Liga Arab juga mengutuk serangan brutal itu dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan pembunuhan baik yang dilakukan kelompok bersenjata maupun pasukan pemerintah.
Namun, pemerintah Suriah penyebab tewasnya puluhan warga kota Houla itu adalah kelompok pengacau bersenjata.
Warga marah
Koresponden BBC melaporkan pembantaian terhadap warga sipil ini membuat tim pengamat PBB menjadi sasaran kemarahan warga.
Warga menuding tim pengamat PBB tidak mampu mencegah dan menhentikan pembantaian itu.
"Kami sudah menghubungi tujuh pengamat. Kami katakan pembantaian sedang terjadi di Houla oleh tentara bayaran pemerintah. Mereka menolak datang dan menghentikan pembantaian itu," kata Abu Emad, seorang warga.
Sementara itu, Dewan Oposisi Suriah (SNC) mengatakan pembantaian itu menewaskan lebih dari 110 orang. Salah satu anggota SNC Ausama Monajed kepada BBC mengatakan pemerintah memang memilih kota-kota yang lemah 'untuk memberi pelajaran kepada seluruh negeri'.
"Apa yang kami lihat sangat tidak berperikemanusiaan," kata Ausama.





























