Polisi Rusia gerebek rumah penentang Putin

Sumber gambar, Reuters
Kepolisian Rusia di Moskow menggerebek rumah-rumah sejumlah aktivis oposisi terkemuka sehari menjelang rencana demonstrasi antipemerintah di ibukota Rusia.
Dengan senapan serbu, polisi melakukan penggerebekan pada Senin pagi waktu setempat (11/06) dengan sasaran para aktivis muda yang disebut menjadi ancaman besar bagi Presiden Rusia Vladimir Putin.
Polisi antara lain menggeledak rumah aktivis terkenal Alexei Navalny, Sergei Udaltsov dan Ilya Yashin.
Komite Penyelidikan Rusia mengatakan razia dilakukan berkaitan dengan penyelidikan dalam kasus kekerasan yang terjadi dalam unjuk rasa di Moskow bulan lalu.
"Hari ini dengan bekerja bersama tim detektif dari kepolisian Moskow, para penyelidik Komite Investigasi Rusia melakukan penggeledahan di rumah-rumah sejumlah orang yang menyelenggarakan dan mengikuti demonstrasi di lapangan Bolotnaya Ploshchad, Moskow pada tanggal 6 Mei," kata Vladimir Markin dari Komite Investigasi Rusia.
Denda

Sumber gambar, AP
Kelompok oposisi berencana mengadakan demonstrasi massal hari Selasa (12/06) besok dan mereka menuduh pihak berwenang Rusia berusaha mengekang kebebasan berbicara.
Seorang aktivis Andrey Piontkovsky mengatakan razia dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengganggu unjuk rasa.
"Pihak berwenang ingin menaku-nakuti warga Moskow agar tidak menghadiri acara politik penting karena mereka (penyelenggara) akan mengumumkan dan mendapat dukungan dari puluhan ribu orang untuk Manifesto Rusia Bebas yang menuntut penggusuran segera rezim Putin yang ilegal," kata Andrey Piontkovsky.
Pekan lalu, Presiden Vladimir Putin menandatangani undang-undang mengenai perubahan peraturan tentang unjuk rasa umum.
Menurut undang-undang baru, siapa pun yang mengadakan unjuk rasa tanpa izin akan dikenai denda dalam jumlah jauh lebih besar dari ketetapan sebelumnya.
Denda juga akan dikenakan kepada pihak-pihak yang menimbulkan kerusakan atau menyebabkan orang lain luka-luka.





























