Penjara di Turki terbakar, 13 tewas

Peta Turki

Sumber gambar, 1

Keterangan gambar, LP Sanliurfa, Turki mengalami kebakaran akibat perkelahian antar tahanan.

Sebanyak 13 orang narapidana tewas dan lima orang lainnya harus dirawat di rumah sakit setelah sebuah lembaga pemasyarakatan di Provinsi Sanliurfa, di wilayah tenggara Turki.

Para korban tewas disebabkan tercekik asap setelah sejumlah narapidana membakar seprei tempat tidur mereka.

Beruntung, kebakaran bisa dikendalikan sebelum api menyebar ke seluruh bangunan yang menampung setidaknya 1.000 orang tahanan, termasuk para tahanan politik.

Anggota parlemen pro Partai Perdamaian dan Demokrasi Kurdi (BDP) Ibrahim Arvan termasuk salah seorang tahanan. Dilaporkan Arvan tak mengalami cedera.

Sejumlah media Turki menyebut kebakaran itu disebabkan pemberontakan narapidana namun kabar itu dibantah pemerintah setempat.

Gubernur Celaletibn Guvenc kepada Reuters mengatakan kebakaran disebabkan perkelahian antar narapidana.

Bakar seprei

Keluarga tahanan

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Kerabat para tahanan menunggu di luar LP Sanliurfa mencari tahu nasib keluarga mereka.

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan para tahanan membakar seprei menyusul perkelahian di luar sebuah bangsal yang menampung 18 tahanan, Sabtu (16/6) malam waktu setempat.

"Para tahanan juga memasang barikade di pintu masuk bangsal menggunakan tempat tidur dan perabotan lainnya sehingga menghambat upaya pertolongan," kata Menteri Kehakiman Sadullah Ergin usai mengunjungi penjara yang berlokasi di dekat perbatasan Suriah itu.

"Kami sedang melakukan penyelidikan dan hasilnya akan kami kabarkan kepada publik," lanjut Ergin.

Di masa lalu, para tahanan Turki melakukan pembakaran seprei untuk memprotes buruknya kondisi lembaga pemasyaratan.

Meski demikian pemerintah bersikukuh insiden ini bukan merupakan pemberontakan para tahanan.

Sejauh ini belum diperoleh informasi penyebab utama perkelahian antar tahanan yang menyulut kebakaran itu.

Melebihi kapasitas

Meski pemerintah membantah terjadi protes para tahanan, namun kebakaran ini menguak masalah lain yaitu berlebihnya kapasitas lembaga-lembaga pemasyarakatan di Turki. .

LP Sanliurfa misalnya, dibangun dengan daya tampung 600 orang namun kini dihuni sedikitnya 1.000 orang tahanan.

"Kami memang menghadapi masalah kelebihan kapasitas. Namun kami tengah membangun 196 penjara baru dalam beberapa tahun mendatang," kata Ergin.

Menteri Kehakiman Sadullah Ergin mengatakan bangsal tempat kebakaran bermula seharusnya hanya menampung 12 tahanan.

Tetapi bangsal itu kini menampung 18 tahanan dan beberapa tersangka kejahatan yang masih menjalani proses pengadilan.