Upaya Australia membebaskan tim pengacara dari Libia

Bob Carr di Tripoli

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr, tiba di Triploli untuk membebaskan pengacara Australia.

Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr, telah tiba di Libia untuk mengupayakan pembebasan tim pengacara Mahkamah Kejahatan Internasional yang ditangkap setelah bertemu dengan Saif al-Islam, putra mantan penguasa Libia, mendiang Kolonel Muammar Gaddafi.

Salah seorang pengacara, Melinda Taylor, adalah warga negara Australia dan dia ditahan bersama tiga rekannya sekitar dua pekan lalu.

Tak lama setelah mendarat di Libia, Carr langsung bertemu dengan perdana menteri sementata Libia, Abdel Rahim al-Kib, dan akan bertemu dengan beberapa pejabat senior pemerintah lainnya.

"Saya benar-benar menginginkan perempuan warga Australia itu dipersatukan kembali, diterima kembali oleh keluarganya. Mereka menginginkan itu, yang menjadi tujuan saya datang ke sini," tutur Bob Carr kepada para wartawan di ibukota Libia, Tripoli.

"Namun saya kini memiliki pemahaman lebih dalam tentang perspektif Libia dan keprihatinan atas cara Mahkamah Kejahatan Perang Internasional dalam menanggapinya, dan tujuan saya adalah untuk melihat apakah bisa membawa kedua belah pihak dalam dialog yang bisa membuahkan hasil," tambahnya.

Pihak berwenang Libia menuduh Melinda Taylor membawa kamera kecil dalam bentuk pulpen dan berupaya memberi surat berkode kepada Saif al-Islam dari mantan orang kepercayaannya, Mohammed Ismail, yang masih belum melarikan diri.

Bob Carr tidak menyinggung soal tuduhan tersebut selain menegaskan akan berupaya mendapatkan akses untuk bertemu Taylor dan memiliki kapasitas penuh untuk melakukan komunikasi dengan keluarganya selama masa-masa perundingan.

Ingin mengadili di Tripoli

Dalam kunjungannya, Bob Carr ingin mendesak agar Libia segera membebaskan Melinda Taylor dan ketiga rekannya. Mereka ditahan di kota Zintan, tempat penahanan Saif al-Islam sejak ditangkap tahun lalu.

Mahkamah Kejahatan Internasional ingin mengadili Saif al-Islam dengan kejahatan atas kemanusiaan di Den Hag. Namun Libia ingin agar Saif al-Islam diadili di Libia.

Melinda Taylor dan ketiga rekannya tampaknya terperangkap dalam perbedaan pendapat antara Mahkamah Kejahatan Internasional dengan pemerintah Tripoli.

Tiga pengacara lain adalah warga Libanon, Rusia, dan Spanyol.

Hari Jumat, Dewan Keamanan PBB mengungkapkan keprihatinan yang serius atas penahanan keempat pengacara tersebut.

Mereka juga mengingatkan bahwa pihak berwenang Libia harus bekerja sama dengan Mahkamah Kejahatan Internasional berdasarkan resolusi PBB tentang konflik Libia yang mendorong jatuhnya Muammar Gaddafi.