Assad menyesal tembak pesawat Turki

Presiden Bashar al-Assad

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Presiden Bashar al-Assad menyatakan penyesalan atas tertembaknya pesawat tempur Turki.

Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan dia menyesal 100 persen angkatan bersenjatanya telah menembak jatuh pesawat tempur Turki yang memasuki wilayah udara negerinya.

Penyesalan Assad atas insiden 22 Juni itu disampaikannya dalam wawancara dengan harian Turki Cumhuriyet, yang terbit Selasa (3/7).

Selain menyatakan penyesalannya, Assad mengklaim pesawat Turki itu terbang di wilayah yang pernah digunakan Angkatan Udara Turki.

"Pesawat itu terbang di koridor udara yang dulu digunakan angkatan udara Israel," ujar Assad sampai menyampaikan kembali penyesalannya.

Assad membantah tudingan Turki bahwa angkatan bersenjata Suriah menembak pesawat jet F-4 yang tengah dalam misi latihan itu dengan sengaja.

"Sebuah negara yang sedang dalam situasi perang memang selalu melakukan hal seperti itu," tambah Assad.

Pesawat Israel

Para prajurit yang bertugas saat itu, kata Assad, mengira pesawat tempur itu adalah milik angkatan bersenjata Israel.

"Pesawat itu terbang sangat rendah dan ditembak jatuh sistem pertahanan udara yang mengira itu adalah pesawat Israel yang pernah menyerang Suriah pada 2007 lalu," tegas Assad.

Assad kemudian menjelaskan prajurit yang menembak jatuh pesawat itu itu tidak diperlengkapi radar dan tidak bisa mengetahui negara pemilik pesawat tersebut.

Lebih jauh Assad juga menyampaikan rasa duka citanya untuk keluarga kedua pilot pesawat jet itu yang hingga kini belum ditemukan.

"Jika pesawat ini ditembak jatuh di wilayah udara internasional (seperti diklaim Ankara) maka kami tak akan ragu untuk meminta maaf," tukas Assad.

Insiden penembakan pesawat tempur ini kemudian memanaskan hubungan kedua negara.