Prancis: situasi Suriah ancam perdamaian

Francois Hollande

Sumber gambar, AFP Getty

Keterangan gambar, Francois Hollande juga menyampaikan pesan tegas kepada negara-negara yang tidak hadir.

Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan situasi di Suriah menjadi ancaman bagi perdamaian dan keamanan dunia.

Francois Hollande menyampaikan pernyataan itu dalam pembukaan konferensi untuk membahas penyelesaian kekerasan di Suriah. Konferensi diadakan di Paris pada Jumat 6 Juli, yang dihadiri oleh sekitar seratus negara.

Namun salah satu sekutu Presiden Assad, Rusia, tidak hadir dan Cina juga tidak mengirim delegasi.

"Saya ingin memberikan tanggapan kepada mereka yang tidak hadir hari ini. Kepada mereka yang menuduh kita melakukan campur tangan terhadap urusan negara lain, saya ingin mengatakan kepada mereka bahwa krisis Suriah telah menjadi ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional, dan kita harus mengakhirinya," tegas presiden Prancis.

Hollande mengatakan Presiden Suriah Bashar al-Assad harus turun.

"Presiden Bashar al-Assad harus pergi. Pemerintahan transisi harus dibentuk demi kepentingan semua pihak," tambahnya.

Jenderal meninggalkan Suriah

Wartawan BBC, Peter Biles, melaporkan fokus pertemuan di Paris adalah usulan utusan khusus PBB dan Liga Arab, Kofi Annan, mengenai masa transisi di Suriah dan juga sanksi-sanksi lebih keras.

Namun sejauh ini belum dicapai kesepakatam internasional mengenai hal tersebut.

Sementara laporan-laporan menyebutkan seorang jenderal Suriah dari keluarga berpengaruh yang dekat dengan Presiden Assad telah meninggalkan negara itu dan sedang menuju ke Prancis.

Seorang sumber yang dekat dengan keluarga Jenderal Manaf Tlass mengatakan jenderal itu menuju ke Paris.

Jenderal Tlass adalah seorang komandan Pasukan Republik. Ayahnya pernah menjabat sebagai menteri pertahanan selama bertahun-tahun ketika Suriah masih dipimpin oleh ayah Presiden Assad.