Rusia dukung rencana pemerintahan bersama usulan Kofi Annan

Sumber gambar, AFP
Rusia dan negara-negara kuat lainnya menyatakan mendukung usulan utusan khusus PBB Kofi Annan terkait pemerintahan bersama untuk menuju perubahan politik di Suriah.
Para diplomat Barat mengatakan susunan kabinet yang diusulkan termasuk anggota dari kelompok oposisi dan pemerintah yang kredibilitasnya tidak diragukan lagi.
Namun, skema ini tidak memasukkan nama Presiden Bashar al-Assad dalam usulan pemerintahan bersama itu seperti dilaporkan wartawan BBC di New York, Barbara Plett.
Belum jelas apakah Rusia mengetahui rencana ini. Apalagi selama ini Rusia selalu menentang upaya untuk menggeser Assad dari jabatannya.
Awal bulan ini, Presiden Vladimir Putin menolak ide penggusuran pimpinan Suriah saat ini akan menciptakan 'kebaikan bersama'.
Namun wartawan BBC di Moskow Steve Rosenberg melaporkan jika Rusia menyimpulkan bahwa Assad akan menjadi masalah dan kepentingan Rusia lebih baik ditangani sebuah pemerintahan tanpa Assad maka ini menjadi kali pertama Rusia mendukung ide tersebut.
Proposal Annan ini akan dibahas secara resmi pada Sabtu (30/6) kelompok aksi Suriah PBB.
Titik balik
Sementara itu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton, yang akan dalam pembahasan Sabtu mendatang, berharap usulan Annan ini bisa diterima semua pihak.
"Jika semua pihak menerima peta jalan untuk transisi politik usulan Annan, maka ada harapan bahwa usulan ini akan menjadi titik balik dari krisis politik di Suriah," kata Clinton.
Pembahasan usulan Kofi Annan ini akan digelar di Jenewa, Swiss oleh lima anggota tetap Dewan Keamanan bersama negara-negara kunci di kawasan Timur Tengah yaitu Turki, Irak, Kuwait dan Qatar.
Sedangkan Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin mengatakan Moskow menanti sebuah interaksi intensif antara menteri luar negeri untuk mendesak penghentian kekerasan dan memulai pembicaran politik.
Tetapi, wartawan BBC melaporkan sebuah pembicaraan politik tak bisa diimplementasikan selama kekerasan terus berlanjut.
Sebelumnya, Presiden Bashar al-Assad mengatakan Suriah dalam situasi perang. Dan wakil Koffi Anan, Jean-Marie Guehenno mengatakan bahwa tingkat kekerasan di Suriah sudah melampaui batas.
PBB menyatakan sedikitnya 10.000 orang tewas sejak aksi pro demokrasi di Suriah pecah pada Maret 2011 lalu.





























