Ibukota Suriah, Damaskus diguncang ledakan

Sumber gambar, Reuters
Sebuah ledakan besar menghantam ibukota Suriah, Damaskus, namun belum dipastikan pasti korban dan kerusakan akibat ledakan tersebut.
Stasiun TV pemerintah Suriah mengatakan ledakan terjadi di tempat parkir di gedung pengadilan dengan asap tebal membubung ke udara.
Gedung pengadilan itu terletak tidak jauh dari Pasar Hamidiyeh yang padat karena banyak orang yang berbelanja untuk bahan pangan di akhir pekan, yang jatuh pada hari Jumat dan Sabtu di Suriah.
Ledakan terjadi sekitar pukul 13.00 siang hari (28/06) dan saksi mata mengatakan mendengar satu ledakan walau laporan media menyebut ada dua ledakan.
Selama beberapa bulan ini, Suriah dilanda serangkaian ledakan bom.
Pemerintah dan kelompok perlawanan saling menuding berada di belakang pemboman tersebut.
Sebagian besar serangan bom ditujukan kepada aparat keamanan pemerintah.
Bulan lalu sebuah ledakan menghantam kompleks intelijen militer di pinggiran ibukota Damaskus dan menewaskan 55 orang.
Kekerasan di Suriah marak sejak unjuk rasa antipemerintah sekitar 15 bulan lalu dan belum ada tanda-tanda akan mereda dalam waktu dekat.
Clinton akan ke Rusia
Dalam perkembangan lain, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, mengatakan pada Jumat 29 Juni akan bertemu dengan mitranya dari Rusia, Sergei Lavrov, di St Petersburg.
Clinton juga akan menghadiri konferensi Kelompok Aksi Suriah di Jenewa pada akhir pekan untuk membahas rencana perdamaian yang diusulkan utusan PBB untuk Suriah, Kofi Annan.
"Kami ingin pertemuan di Jenewa memberikan kesempatan untuk membuat kemajuan nyata dalam mendukung dan mewujudkan rencana enam poin (dari Annan) dan peta jalan damai untuk transisi yang sudah dipaparkannya," kata Clinton dalam kunjungan ke ibukota Latvia, Riga.
Rusia sebelumnya dilaporkan memberi isyarat untuk mendukung pembentukan pemerintahan bersatu di Suriah yang melibatkan kelompok perlawanan.
Namun masih belum bisa dipastikan sikap resmi Rusia dan masalah ini akan dibahas Sabtu 30 Juni oleh Kelompok Aksi Suriah PBB di Jenewa.
Kepada para wartawan di Moskow, Lavrov memperingatkan agar pemerintah asing tidak memaksakan jalan penyelesaian kepada Suriah.
"Kami tidak mendukung dan tidak akan mendukung setiap campur tangan luar. Pemain luar tidak boleh mendikte Suriah, namun pertama-tama, harus mempengaruhi semua pihak di Suriah untuk menghentikan kekerasan," tegasnya.





























