Kebijakan satu anak diperlunak di Provinsi Henan

Sumber gambar, Reuters
Salah satu provinsi Cina yang memiliki jumlah penduduk terbanyak melonggarkan penerapan kebijakan satu anak.
Provinsi Henan yang relatif miskin merupakan salah satu sumber bagi jutaan pekerja migran yang membanjiri Shanghai dan kota-kota industri lain di wilayah Cina Selatan.
Mulai saat ini, keluarga yang tinggal di kawasan pedesaan di Henan yang memiliki seorang anak perempuan diizinkan untuk berupaya memiliki anak kedua, dengan kemungkinan anak laki-laki, seperti dilaporkan wartawan BBC, Charles Scanlon.
Sedangkan pasangan yang masing-masing merupakan anak tunggal diperkenankan untuk memiliki dua anak.
Bagaimanapun pemerintah provinsi masih menawarkan insentif kepada keluarga yang tetap membatasi satu anak dengan pemberian uang tunai serta akses yang lebih besar terhadap kepemilikan tanah dan lapangan kerja.
Sebelumnya kebijakan satu anak diterapkan dengan memberikan sanksi bagi keluarga yang memiliki lebih dari satu anak, baik berupa denda maupun dipersulit mendaftarkan anak ke sekolah.
Dengan penduduk 90 juta lebih, Henan merupakan provinsi yang terakhir yang melunakkan pembatasan satu anak dalam satu keluarga, yang diterapkan pada awal 1980-an untuk mengendalikan ledakan penduduk di Cina.
Perubahan kebijakan ini ditempuh berkaitan dengan semakin banyaknya jumla manusia lanjut usia, yang diakibatkan oleh makin meningkatnya kesejahteraan di Cina.
Dengan semakin banyak manula, diperlukan pula dukungan dari kaum muda yang produktif di masa depan.
Sejumlah provinsi lain di Cina sudah lebih dulu melonggarkan penerapan kebijakan satu anak.





























