Nato tolak minta maaf ke pasukan anti-Gaddafi

Pemberontak Libia korban serangan udara Nato
Keterangan gambar, Pemberontak Libia korban serangan udara Nato harus menjalani perawatan intensif

Nato tolak meminta maaf kepada kubu oposisi Libia atas serangan yang mengenai konvoi tank pemberontak yang menewaskan setidaknya empat orang.

Laksamana Muda Russ Harding mengatakan, hingga insiden Kamis, Nato tidak menyadari pasukan pemberontak telah mulai menggunakan tank.

''Tujuan kita adalah melindungi warga sipil,'' kata Harding dalam konferensi pers.

Pasukan pemberontak marah atas serangan udara terhadap tank-tank mereka di dekat kota kecil Ajdabiya.

Namun para pemberontak menekankan bahwa insiden itu tidak akan merusak hubungan dengan pasukan sekutu.

Laksamana Harding yang berbicara di Napoli menggambarkan situasi antara dua kota kecil Ajdabiya dan Brega - ketika serangan terjadi, ''sangat mudah berubah'' dengan kendaraan bergerak mundur dan maju''.

'Relatif kecil'

Menurut Harding, pasukan pemerintah Libia yang diketahui pernah menyerang warga sipil di kota Misrata di Libia barat berada di jalan yang sama hari Kamis.

Pada saat itu, Nato tidak tahu bahwa pasukan pemberontak mulai mengerahkan tentara mereka.

''Tampaknya dua serangan kami kemarin mungkin menimbulkan korban tewas beberapa anggota pasukan [pemberontak] yang mengoperasikan tank tempur utama,'' kata Harding hari Jumat (8/4).

''Saya tidak meminta maaf,'' kata dia kepada wartawan.

''Situasi di lapangan, seperti saya katakan, sangat mudah berubah dan tetap sangat mudah berubah. Hingga kemarin, kami tidak mendapatkan informasi bahwa ...pasukan oposisi menggunakan tank,'' kata perwira tinggi Nato tersebut.

''Peran kami adalah melindungi warga sipil. Tank telah digunakan di masa lalu untuk menjadikan warga sipil sasaran langsung,'' tambahnya.

Laksamana Muda Harding juga menolak mendukung pandangan Jenderal AS Carter Ham, yang memimpin tahap pertama serangan udara koalisi Barat di Libia - bahwa konfliknya telah mencapai jalan buntu dengan pasukan pemberontak tidak mungkin menggusur pasukan Kolonel Muammar Gaddafi.

''Jika seseorang ingin mendefinisikan itu sebagai jalan buntu ya silakan, yang saya katakan ya, itu mudah berubah, tapi itu mudah berubah di suatu kawasan yang relatif kecil,'' ujarnya.