Bos AFC akan tantang Sepp Blatter

Mohamed Bin Hammam

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Mohamed Bin Hammam aktif menangani sepak bola di negara asalnya, Qatar

Bos Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) Mohamed Bin Hammam mengumumkan akan menantang Sepp Blatter dalam pemilihan presiden Fifa bulan Juni.

Blatter sudah 13 tahun ini memimpin organisasi bola sedunia tersebut. Dia masih ingin terpilih lagi untuk tetap duduk di kursi presiden Fifa empat tahun ke depan.

Mohammed bin Hammam, yang berasal dari Qatar, mengatakan dia berniat mereformasi Fifa dan memperluas proses pengambilan keputusan lembaga tersebut.

''Perubahan itu perlu dan diperlukan,'' kata bin Hammam dalam pidato pencalonannya selama 17 menit.

Kampanye pencalonan bin Hamman akan berbasis transparansi dan teknologi.

Pengambilan keputusan di Fifa dikritik terlalu otokratis.

Dua tahun lalu, dua anggota komite eksekutif Fifa dituduh terlibat kasus suap berkaitan dengan pengajuan calon negara tuan rumah Piala Dunia.

Peluang

Bin Hammam mengatakan dia memperhitungkan peluangnya untuk terpilih menjadi presiden kesembilan Fifa "50-50".

Jika terpilih, dia akan tercatat sebagai presiden pertama Fifa dari benua Asia.

''Setelah melakukan pengkajian, konsultasi dan pertimbangan yang seksama, dibekali dengan kecintaan dan semangat saya terhadap sepak bola, keyakinan bahwa permainan kita intinya persaingan yang fair, saya putuskan untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Fifa pada 1 Juni di kongres Fifa,'' kata Hammam.

Menurut bin Hammam, komite eksekutif telah mendorong dirinya.

''Saya memiliki harapan dan akan mengabdi Fifa - saya selalu menyatakan kompetisi itu bagus,'' ujarnya.

''Saya harapkan Asia akan bersatu di belakang saya, tapi juga konfederasi-konfederasi lain yang menjadi sahabat dan relasi saya, saya harap juga orang-orang itu akan mendukung saya,'' katanya.

''Blatter adalah orang berpengalaman, dia telah memberikan kontribusi signifikan ke sepak bola di seluruh dunia, tapi saya yakin ada batas waktu untuk segalanya,'' tambah bin Hammam.

Tokoh sepak bola asal Qatar itu mengatakan administrasi Fifa terlalu birokratis dan berjanji mendesentralisasikan administrasi jika terpilih.

Dia mengatakan dia akan juga memperluas komite eksekutif untuk bisa menampung lebih banyak orang yang memiliki suara lebih besar dalam pengambilan suara.

Dia mengatakan presiden Fifa seyogyanya ketua dewan yang beranggotakan 41 orang, bukan 24.

Dia juga mengusulkan rencana yang akan mengurangi kekuatan suara Eropa dan Amerika Selatan - kekuatan tradisional di dunia sepak bola - dan sebaliknya memperkuat keterwakilan dari kawasan lain.

Bin Hammam, 61 tahun, mempertanyakan efisiensi Fifa di bidang teknis dan hukum dan mengatakan dia ingin mendirikan komite transparansi baru.

Bin Hammam, yang memainkan peran berpengaruh dalam mengantar Qatar terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, juga menegaskan bahwa dia akan mendukung teknologi garis gawang diterapkan jika dia akhirnya terpilih.

Dia juga mendukung dua ofisial lagi di belakang gawang.

Batas waktu untuk menyatakan niat untuk mencalonkan sebagai presiden Fifa adalah 31 Maret.

Pemilihan akan berlangsung dalam Kongres Fifa di Zurich yang dimulai 31 Mei.

Blatter, 75 tahun, telah memimpin Fifa sejak Juni 1998, dan belum pernah menghadapi saingan sejak 2002 ketika dia menyisihkan calon lain, presiden konfederasi sepak bola Afrika Issa Hayatou dengan peroleh suara 139 lawan 56.

Bin Hammam, yang memiliki bisnis di konstruksi, menjadi presiden klub Qatar, Al Rayyan ketika berusia 24 tahun.

Dia kemudian memimpin organisasi cabang bola voli dan tenis meja.

Dia mulai memimpin Asosiasi Sepak Bola Qatar pada tahun 1992, dan empat tahun kemudian menjadi eksekutif Fifa sebagai wakil terpilih dari AFC.