Qatar serang balik kritikan suap Piala Dunia

Hammam dan Blatter
Keterangan gambar, Sepp Blatter menghadapi Mohamed bin Hammam dari Qatar dalam pencalonan presiden FIFA

Pejabat Qatar yang mengurus Piala Dunia 2022 mengatakan badan sepak bola dunia FIFA diberi "bukti yang tidak berdasar" tentang tuduhan suap terhadap mereka.

Qatar mengatakan tuduhan yang diterbitkan parlemen Inggris itu tidak memiliki bukti atau rincian suap yang dibayar kepada anggota eksekutif FIFA.

Tuduhan yang dilontarkan parlemen Inggris itu merupakan "penghinaan", kata Qatar.

Qatar berupaya membersihkan diri setelah surat kabar Minggu Inggris, Sunday Times mengajukan bukti tuduhan suap kepada parlemen Inggris bulan ini.

Tuduhan tersebut menyebutkan dua anggota komisi eksekutif FIFA asal Afrika mendapat bayaran US$1,5 juta sebagai uang suap agar memilih Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 dalam pemilihan Desember lalu.

Qatar, yang sebelumnya sudah menyanggah tuduhan tersebut, mengatakan langkah itu merupakan bagian dari upaya oleh sejumlah pihak untuk menggugurkan langkah Qatar.

Wartawan yang menyamar

Dalam pemilihan yang melibatkan lima negara itu, Qatar antara lain mengalahkan Amerika Serikat.

Qatar mengatakan tuduhan itu tidak berdasar karena berlandaskan wartawan yang menyamar sebagai "perwakilan korup dari Amerika Serikat."

Para pejabat juga mengatakan mereka siap untuk membantu penyelidikan FIFA terkait tuduhan suap ini.

Presiden FIFA, Sepp Blatter menyatakan setelah terbitnya surat kabar berisi tuduhan suap terhadap Qatar itu, mereka yang mengungkap tuduhan tersebut akan diperiksa hari Rabu (25/05) ini sebagai bagian dari penyelidikan yang lebih luas terkait pengajuan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.

Blatter juga tidak mengesampingkan kemungkinan pemilihan suara lagi untuk tuan rumah Piala Dunia 2022.

Blatter kembali mengajukan diri untuk jabatan berikutnya presiden FIFA tanggal 1 Juni.

Mohamed bin Hammam, pejabat dari Qatar merupakan saingannya dalam perebutan jabatan tertinggi badan sepak bola dunia itu.