Bin Hammam mundur dari pencalonan

Presiden AFC Mohammad bin Hammam dituduh menerima uang suap.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Presiden AFC Mohammad bin Hammam dituduh menerima uang suap.

Presiden Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) Mohammad bin Hammam menyatakan mundur dari pencalonannya sebagai Presiden Federasi Sepakbola Internasional (FIFA).

Pernyataan mundur pria Qatar berusia 62 tahun itu muncul hanya sehari sebelum dia menghadapi sidang komite etika FIFA terkait tudingan suap kepada dirinya.

Hammam beralasan keputusannya mundur dari bursa calon presiden FIFA adalah agar organisasi sepakbola itu tidak terseret lebih jauh dalam masalah ini.

Bin Hammam menegaskan keputusannya ini jangan dikaitkan dengan investigasi yang digelar komisi etika FIFA.

Dia juga menegaskan kehadirannya dalam sidang komisi etika FIFA adalah semata untuk membersihkan namanya dari tudingan suap dan korupsi.

"Saya tetap memiliki komitmen terhadap perubahan dalam tubuh FIFA sebagai tujuan demokrasi," kata Bin Hammam.

Namun dia menambahkan dia sangat kecewa baik secara pribadi maupun profesional atas tuduhan yang menimpa dirinya itu.

Komite Etika FIFA dijadwalkan menggelar sidangnya Minggu (29/5) di Zurich, Swiss.

Kasus ini berawal ketika anggota komisi eksekutif FIFA Chuck Blazer menuduh Mohammad bin Hammam dan Wakil Presiden FIFA Jack Warner menerima suap dari Persatuan Sepakbola Karibia (CFU) pada 10 dan 11 Mei lalu.

Keduanya diduga menerima uang tunai US$40.000 atau sekitar Rp342 juta dalam pertemuan dengan CFU di Trinidad. Kedua orang itu membantah tudingan telah menerima suap.

Sebagai pembalasannya, Bin Hammam kemudian menuding Sepp Blatter -yang mencalonkan diri untuk keempat kalinya- lalai melaporkan semua percobaan penyuapan dalam tubuh FIFA.

Kelalaian ini juga telah melanggar kode etik FIFA. Sepp Blatter, 75, membantah tudingan Bin Hammam.

Kasus ini kemudian melebar dengan berbagai berita di surat kabar soal tuduhan telah terjadi suap dalam penentuan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.

Pemilihan Presiden FIFA dijadwalkan digelar Rabu (1/6) dan seharusnya Bin Hammam dan Sepp Blatter akan bersaing menuju tampuk tertinggi FIFA.