Mobil ramah lingkungan F1 tahun 2014

Sumber gambar, Reuters
Para petinggi Formula 1 sepakat untuk menunda pemakaian mesin ramah lingkungan hingga tahun 2014.
Langkah ini ditempuh setelah muncul penolakan atas rencana mendesak untuk mengganti mesin 2,4 liter V8 dengan 1,6 liter turbo yang dipasangi dengan teknologi hibrid.
Jalan tengah yang diambil F1 untuk saat ini adalah menggunakan mesin enam silinder ketimbang empat yang sebelumnya disepakati.
Ini merupakan kemenangan untuk Ferrari yang menolak pembatasan mesin hanya empat silinder.
Anggota terlama F1 dan yang juga paling berpengaruh itu menolak pembatasan karena mobil-mobil komersial Ferrari semuanya menggunakan enam silinder.
Dari semua pembuat mesin yang terlibat di F1, hanya Renault yang sepenuhnya mendukung pemakaian mesin ramah lingkungan.
Pabrik mobil dari Prancis itu bahkan sempat mengancam akan mundur dari F1 kalau aturan baru itu tidak segera diterapkan. Ini terkait dengan rencana mereka untuk memproduksi mobil komersial dengan tiga perempat kapasitas produksi merupakan mobil kecil turbo hibrid selambat-lambatnya 2015.
Mercedez menyetujui penggunaan teknologi ramah lingkungan itu, tetapi mereka khawatir dengan waktu penerapan yang dianggap terlalu cepat.
Aturan-aturan baru ini diusulkan oleh Presiden FIA Jean Todt yang menginginkan F1 untuk lebih ramah lingkungan dan lebih terkait dengan mobil-mobil komersial yang dijual di pasaran.
Diharapkan mobil F1 akan bisa mengirit bahan bakar hingga 35% dibanding sekarang dan untuk mempopulerkan teknologi hibrid maupun teknologi irit energi lainnya.
Perkembangan teknologi semacam ini sedang ramai terjadi dan sudah mulai banyak diterapkan di mobil-mobil produksi terbaru. Harapannya adalah citra F1 sebagai olahraga motor paling bergengsi akan membantu popularitas teknologi ini seperti layaknya popularitas persnelling semi otomatis yang diperkenalkan Ferrari di F1 tahun 1989.





























