Luka kembali merekah di Red Bull

webber

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Mark Webber sejak lama menjadi pembalap nomer dua di Red Bull

Seminggu sebelum GP Inggris, saya berbincang dengan Mark Webber untuk penulisan kolom di situs BBC.

Iseng saya tanyakan apakah ia akan diberi kebebasan penuh bersaing dengan Sebastian Vettel kalau kesempatan itu ada.

Ia agak kaget dengan pertanyaan itu. Tapi, ''Ya saya harap begitu,'' jawabnya. ''Saya tidak melihat alasan mengapa tidak bisa.''

Melihat posisi Vettel yang sangat dominan, bisa dimengerti kalau Webber enteng mengatakan itu.

Namun ternyata anggapan Webber tidak sama dengan bos Red Bull, Christian Horner.

Dengan GP Inggris menuju klimaks yang sangat menarik, Horner memperhatikan dengan cermat bagaimana Webber terus mendekati Vettel dengan memperpendek jarak sekitar satu detik per lap.

Fernando Alonso -dengan Ferrarinya yang berada di depan mereka- mencoba menjaga posisi untuk memenangkan grand prix pertamanya musim balap tahun ini.

Horner tentu saja mengerti betapa pembalap Australia itu ingin nenperoleh angka maksimal setelah mengawali musim dengan tidak terlalu cemerlang kalau dibanding Vettel.

Namun Horner menganggap perolehan angka 33 untuk tim konstruksi lebih bernilai ketimbang risiko kedua pembalap gagal menyelesaikan lomba gara-gara bersaing. Iapun meminta Webber memperlambat mobil.

Luka yang mulai sembuh pun terbuka lagi.

Pembalap nomor dua