Rumah Warisan 100 Tahun Milik Diding Boneng Runtuh, Penyesalan Datang Terlambat
Bagian depan rumah Diding Boneng masih dalam kondisi baik, tetapi bagian tengah hingga belakangnya sudah mengalami keruntuhan.

Aktor senior Diding Boneng kini tengah menghadapi kesedihan yang mendalam setelah rumah yang telah ia huni selama bertahun-tahun roboh secara mendadak. Bangunan yang menyimpan banyak kenangan tersebut kini hanya tersisa puing-puing kayu yang telah lapuk termakan waktu.
Saat kejadian berlangsung, Diding Boneng yang berada di luar rumah terkejut melihat kondisi tempat tinggalnya yang sudah hancur. Ia melihat saudara-saudaranya menangis histeris, tidak percaya rumah mereka bisa ambruk secepat itu.
"Jadi gimana ya, karena saya tidak tahu persis saat kejadiannya. Saya ada di luar soalnya. Jadi begitu saya pulang, itu sudah kurang lebih 20 menitan itu kejadian. Adik-adik saya sudah pada nangis saja pas saya datang," ungkap Diding Boneng saat dijumpai di kediamannya di Kawasan Matraman Dalam 2, Jakarta Pusat, pada Selasa (30/12).
Selanjutnya, Diding Boneng menjelaskan, "Nah barulah adik-adik saya yang cowok-cowok datang dan langsung lapor ke Pak RT. Jadi langsung Pak RT malam itu yang atasi semua, termasuk kehadiran Pak RW juga karena di-ini Pak RT."
Diding Boneng merasa menyesal

Aktor komedi terkenal yang dikenal lewat film-film Warkop DKI merasakan penyesalan yang mendalam. Ia menyadari bahwa ia kurang memperhatikan kondisi bangunan yang sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
"Kalau saya apa ya, ini rumah kan memang lapuk sudah lama dan tidak pernah di-upgrade. Nah mungkin ya ini titik akhirnya dari kelapukannya itu. Sayanya yang salah, kenapa saya terlalu santai. Beneran, saya akui saya salah," ungkapnya.
Kesadaran akan kelalaian ini menjadi pelajaran berharga bagi dirinya. Ia menyesali sikapnya yang terlalu santai terhadap kondisi rumah yang seharusnya mendapatkan perhatian lebih. Dengan pengakuan tersebut, ia berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Hal ini juga mengingatkan kita semua untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan melakukan perawatan yang diperlukan.
Bagian depan rumah masih utuh

Walaupun terlihat rusak, tidak semua bagian rumah mengalami keruntuhan secara bersamaan. Bagian depan rumah masih dapat bertahan dengan baik karena mendapatkan perawatan yang lebih rutin dibandingkan dengan bagian lainnya.
"Yang parah tengah ke belakang. Nggak tahu ini (depan) bisa lebih tahan karena ini hampir sering di-utik-utik sih gitu, bagian depannya ya Bang. Kalau di tengah ke belakang kan kita aman saja gitu," ungkapnya.
Keadaan rumah yang tampak hancur ini menunjukkan bahwa beberapa area masih dalam kondisi yang cukup baik. Terutama bagian depan yang lebih sering dirawat, sehingga memiliki daya tahan yang lebih baik.
"Yang parah tengah ke belakang. Nggak tahu ini (depan) bisa lebih tahan karena ini hampir sering di-utik-utik sih gitu, bagian depannya ya Bang. Kalau di tengah ke belakang kan kita aman saja gitu," ungkapnya. Dengan pemeliharaan yang konsisten, bagian depan rumah tetap berdiri meskipun ada kerusakan di area lainnya.
Rumah memiliki nilai historis yang tinggi
Diding mengungkapkan bahwa rumah tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat berarti karena merupakan peninggalan dari kakeknya. Ia bahkan menyatakan bahwa bangunan ini sudah ada jauh sebelum ia dilahirkan.
"Wuh, saya lahir di sini. Di rumah ini. Dan tuaan rumah ini sama saya. Jadi wajarlah kalau buat saya dia jatuh. Ya itu karena salah saya, kurang periksa saja. Ini lebih dari mungkin 100 tahun ada ini rumah. Karena saya 75 tahun sekarang, nah ini rumah sudah ada, saya melek tuh sudah ada. Jadi zaman bapak saya muda atau apa, ini sudah dibangun. Rumah kakek, terus ke orang tua, turun-turun sampai ke saya. Ini kakek yang bangun awalnya," urai Diding Boneng.
Dalam penjelasannya, Diding menekankan betapa pentingnya rumah itu bagi keluarganya. Ia merasa terikat dengan sejarah dan kenangan yang ada di dalamnya, menjadikan rumah tersebut lebih dari sekadar tempat tinggal. Ia mengakui bahwa kurangnya perawatan menjadi penyebab kerusakan yang terjadi, namun rasa cintanya terhadap rumah tersebut tetap tidak pudar. Bagi Diding, rumah ini adalah simbol dari generasi yang telah berlalu dan warisan yang harus dijaga untuk masa depan.



























:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523436/original/088155600_1772816651-1001064690.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)













