John Herdman Ungkap Alasan Sebenarnya Terjun ke Dunia Kepelatihan
Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, berbagi pandangannya dalam wawancara yang diunggah di kanal YouTube resmi Timnas Indonesia.

Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, berbagi pandangannya dalam sebuah wawancara yang ditayangkan di kanal YouTube resmi Timnas Indonesia. Pria yang berasal dari Inggris ini telah diperkenalkan secara resmi sebagai pelatih baru Skuad Garuda pada tanggal 13 Januari 2026. Herdman mendapatkan tanggung jawab ini dengan kontrak selama dua tahun, yang dilengkapi dengan opsi perpanjangan selama dua tahun, untuk memimpin Timnas Indonesia. Salah satu pernyataan menarik yang ia sampaikan adalah mengenai profesinya sebagai pelatih.
Walaupun John Herdman tidak memiliki pengalaman di level profesional, ia berhasil mencapai kesuksesan sebagai pelatih, terutama dengan membawa Timnas Kanada berlaga di Piala Dunia 2022. Lahir pada 19 Juli 1975 di Consett, County Durham, perjalanan karier kepelatihannya dimulai saat ia masih menjadi mahasiswa dan dosen paruh waktu di Universitas Northumbria. Di sana, ia terlibat dengan tim-tim muda di akademi Sunderland, yang menjadi awal dari karier kepelatihannya yang cemerlang.
Moncer saat Jadi Pelatih

Kariernya memasuki level internasional pada tahun 2001 ketika ia pindah ke Selandia Baru. Di sana, ia berhasil membimbing tim nasional wanita untuk mencapai Piala Dunia Wanita FIFA pada tahun 2007 dan 2011, serta Olimpiade Beijing 2008. Prestasi yang diraihnya membuatnya berkesempatan untuk pindah ke Kanada, di mana ia memimpin tim nasional wanita negara tersebut dari tahun 2011 hingga 2018. Di bawah kepemimpinan Herdman, Timnas Kanada Wanita berhasil meraih medali perunggu di Olimpiade London 2012 dan Rio de Janeiro 2016, serta medali emas di Pan American Games 2011.
Sebuah perubahan yang mengejutkan terjadi ketika ia mengambil alih tim nasional putra Kanada. Di bawah bimbingannya, tim tersebut berhasil tampil di Piala Dunia 2022 yang diadakan di Qatar. Prestasi ini menandai akhir dari penantian panjang Timnas Kanada yang tidak tampil di Piala Dunia sejak tahun 1986 di Meksiko. Dengan pencapaian ini, Herdman menunjukkan kemampuannya dalam mengelola dan mengembangkan tim di berbagai level kompetisi internasional.
Apa Pendapat John Herdman?

Dalam wawancara yang dilakukan oleh kanal YouTube Timnas Indonesia, John Herdman mengungkapkan bahwa keputusan untuk terjun ke dunia kepelatihan merupakan sebuah panggilan dari dalam hati serta kecintaannya terhadap sepak bola. Ia memiliki keinginan yang kuat, serupa dengan seorang guru yang ingin memberikan bekal positif kepada murid-muridnya.
"Saya pikir seperti kebanyakan pelatih yang tidak bermain di level tertinggi, mereka akhirnya menjadi pelatih. Anda tahu, Anda sebagai seorang pemain sepak bola, itu adalah impian," ungkap Herdman di awal pembicaraan. "Namun, ketika Anda tidak cukup baik untuk bermain di level tersebut, di sisi lain Anda tetap ingin melanjutkan kecintaan Anda terhadap olahraga ini. Saya beruntung karena saya menikmati berinteraksi dengan orang-orang," tambahnya.
Sangat Menikmati
Selain berhasil membawa Timnas Kanada meraih prestasi gemilang baik di tim putra maupun putri, John Herdman juga memiliki banyak penghargaan individu. Karirnya dimulai dengan meraih penghargaan sebagai pelatih terbaik pada tahun 2006 dan 2008 saat bersama Timnas Selandia Baru. Selanjutnya, ia mendapatkan dua penghargaan sebagai tim terbaik tahun ini dari The Canadian Press untuk Timnas Kanada pada tahun 2012 dan 2022. Selain itu, Herdman juga dua kali menerima Sport Canada Coaching Excellence Award pada tahun 2012 dan 2016. Penghargaan terbarunya adalah Canadian Coach of the Year Jack Donohue Award pada tahun 2017. Pria berusia 50 tahun ini mengungkapkan kebahagiaannya ketika melihat para pemain didikannya meraih kesuksesan.
Dia mengatakan, "Saya menikmati pekerjaan ini. Saya menikmati melihat orang-orang bisa terus tumbuh, berkembang sebagai seorang guru, sebagai pendidik, sebagai dosen. Saya selalu menikmati proses pengajaran pembelajaran. Jadi saya mampu secara alami beralih ke pelatihan sepak bola," lanjut John Herdman. Ia juga menambahkan, "Bekerja di tingkat akar rumput level, bekerja di tingkat akademi profesional level, dan kemudian berkembang ke sepak bola wanita, sepak bola Olimpiade, Piala Dunia sepak bola, sepak bola klub, sekarang di sini di Indonesia." Menurutnya, "Jadi pada intinya, saya pikir sebagian besar pelatih adalah guru. Mereka ingin mengajar dan membantu orang menjadi lebih baik, berkembang. Jadi, Anda tahu, itu adalah inti dari filosofi saya sebagai seorang pelatih," tegasnya.
Sumber: YouTube Timnas Indonesia





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/4848901/original/076050200_1717138481-IMG20240531104427.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477505/original/010719300_1768833274-Prabowo_Mahasiswa_Papua.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477503/original/080786400_1768831286-Bocah_lima_tahun_asal_Sukabumi_jago_matematika.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477497/original/032473000_1768829852-Prabowo_Rapat.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477493/original/012138900_1768829400-Rektor_nonaktif_UNM_Karta_Jayadi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477488/original/030082500_1768828543-Mapolres_Kudus.jpeg)

















