Piala AFF 2026: Singapura Kini Tak Bergantung pada Pemain Naturalisasi
Singapura telah berhasil meraih empat gelar juara dalam ajang Piala AFF.

Timnas Singapura akan menjadi salah satu rival Timnas Indonesia dalam Grup A Piala AFF 2026. Selain itu, grup ini juga diisi oleh Timnas Vietnam, Timnas Kamboja, serta pemenang play-off yang mempertemukan Brunei dan Timor Leste. Timnas Singapura memiliki sejarah yang cukup panjang dalam turnamen yang sekarang dikenal sebagai ASEAN Hyundai Cup. Mereka bahkan merasa bangga dengan koleksi empat gelar juara yang telah diraih. Namun, saat ini situasinya berbeda dibandingkan dengan masa lalu. Timnas Singapura saat ini sangat bergantung pada pemain naturalisasi yang berasal dari Eropa dan Afrika, terutama dalam periode antara tahun 2000 hingga 2012.
Bola.com pernah melakukan wawancara dengan pelatih Timnas Singapura, Gavin Lee. Dalam kesempatan tersebut, kami menanyakan tentang peluang timnya di Piala AFF 2026, meskipun mereka tidak mengandalkan banyak pemain naturalisasi. Lee menjawab, "Ya, saya rasa kami punya banyak pemain yang sangat bangga bermain untuk negara. Mereka mewakili negara dengan penuh kebanggaan dan kehormatan." Pernyataan tersebut menunjukkan keyakinan Lee terhadap kemampuan timnya, meskipun tanpa banyak pemain yang dinaturalisasi.
Berhasil mencapai Piala Asia 2027

Gavin Lee adalah sosok yang sangat menarik perhatian. Pelatih berusia 35 tahun ini memiliki peranan penting dalam membawa Timnas Singapura melaju ke Piala Asia 2027. Yang lebih mengesankan, timnas tersebut berhasil meraih tiket ke Piala Asia 2027 dengan mengandalkan banyak talenta yang lahir dan dibesarkan melalui sistem pembinaan sepak bola lokal. "Saya rasa lolos ke Piala Asia hanyalah contoh dari usaha dan mentalitas mereka. Jadi, saya sangat antusias melihat mereka berkompetisi di ajang ini dan melihat bagaimana penampilan kita," ungkap Gavin Lee.
Menghadapi Piala AFF 2026

Gavin Lee juga memberikan pendapatnya mengenai hasil undian fase grup Piala AFF 2026. Dia percaya bahwa turnamen ini akan menjadi tantangan berat bagi Timnas Singapura. "Ini akan sulit. Namun, Anda tahu, sebelum pengundian kita sudah tahu bahwa kompetisi ini akan sulit. Tidak akan ada pertandingan mudah," jelas Lee.
Lebih lanjut, Lee menekankan pentingnya persiapan yang matang untuk Piala Asia. "Jadi, sebagai bagian dari persiapan kami untuk Piala Asia, Anda tahu, kami ingin didorong, kami ingin diuji, kami ingin dibuat tidak nyaman." Dia menambahkan, "Saya pikir pengundian ini jelas telah memenuhi beberapa kriteria dalam hal itu dan memungkinkan kami untuk melakukan pekerjaan rumah kami dengan benar dalam hal itu," tandasnya.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474833/original/037141600_1768537981-relawan_Kemenkes_memeriksa_seorang_anak_di_Aceh_Tamiang.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472056/original/042066600_1768308394-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474804/original/008014000_1768536617-KPK-periksa-Wakil-Ketua-DPRD-Jabar-Ono-Surono-150126-fah-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5438402/original/085115900_1765288807-1000630242.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474753/original/098025100_1768534273-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_10.18.36.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474723/original/064534100_1768533018-Rel_kereta_di_Kendal_terendam_air.jpg)











