Siapa Sebenarnya Pria yang Menjadi Ikon pada Logo Pafos FC?
Selain perjalanan klub yang luar biasa, Pafos FC juga memiliki lambang yang sangat unik.

Pafos FC baru saja menghadapi salah satu pertandingan paling monumental dalam sejarah mereka. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Stamford Bridge, wakil Siprus itu berhadapan dengan tim besar asal Inggris, Chelsea, dalam ajang Liga Champions.
Pertandingan ini bagi Pafos FC bukan sekadar fase grup, melainkan juga merupakan momen untuk menunjukkan eksistensi mereka di pentas Eropa. Dalam waktu kurang dari 10 tahun sejak didirikan, klub yang masih terbilang muda ini berhasil mencapai kompetisi elit Eropa, sesuatu yang patut dicatat dalam sejarah sepak bola.
Meski dianggap sebagai tim kuda hitam, Pafos FC datang dengan semangat yang membara. Mereka memiliki motivasi yang tinggi untuk mencuri poin di markas Chelsea, mengingat mereka masih memiliki peluang untuk melangkah ke fase berikutnya.
Di balik perjalanan mengejutkan mereka di Liga Champions, terdapat kisah historis yang mendalam, terutama yang tercermin dalam lambang klub yang sarat akan makna perjuangan dan identitas nasional. Lambang ini menjadi simbol kuat dari dedikasi dan komitmen klub untuk mencapai kesuksesan di pentas internasional.
Dari Klub Baru ke Liga Champions

Pafos FC didirikan pada 2014 sebagai hasil penggabungan dua klub lokal, AEP Paphos dan AEK Kouklia. Langkah ini diambil untuk menyatukan kekuatan sepak bola di distrik Paphos, wilayah pesisir di Siprus bagian barat.
Hanya semusim setelah berdiri, Pafos FC langsung promosi ke kasta tertinggi Liga Siprus. Meski sempat naik turun antara divisi utama dan divisi dua, arah klub berubah signifikan setelah diambil alih Total Sports Investment yang dikaitkan dengan pengusaha asal Inggris, Roman Dubov.
Sejak saat itu, Pafos FC berkembang secara profesional dan perlahan menembus papan atas Liga Siprus. Puncaknya terjadi musim lalu ketika mereka meraih gelar juara liga pertama sepanjang sejarah klub.
Gelar tersebut membuka jalan bagi Pafos FC tampil di Liga Champions untuk pertama kalinya, sebuah pencapaian monumental bagi klub yang baru berusia sekitar satu dekade.
Makna Penting di Balik Lambang Pafos FC

Selain prestasi klub yang mengesankan, Pafos FC juga memiliki lambang yang sangat khas. Logo klub ini didominasi oleh warna biru, kuning, dan putih, serta menampilkan wajah seorang tokoh sejarah yang penting. Tokoh tersebut adalah Evagoras Pallikarides, seorang penyair dan pejuang revolusioner Siprus yang memiliki garis keturunan Yunani dan lahir di Paphos.
Evagoras dikenal sebagai simbol perlawanan terhadap kekuasaan kolonial Inggris pada akhir tahun 1950-an. Ia adalah anggota EOKA, sebuah organisasi gerilya yang berjuang untuk kemerdekaan Siprus dari penjajahan Inggris.
Pada usia 19 tahun, Evagoras ditangkap saat berusaha menyelundupkan senjata dan akhirnya dieksekusi dengan cara digantung pada 14 Maret 1957. Ia tercatat sebagai anggota EOKA yang termuda dan terakhir yang dieksekusi oleh pemerintah Inggris, menjadikannya martir nasional di Siprus.
Warisan Sejarah yang Terus Hidup

Gambar Evagoras Pallikarides telah lama menjadi bagian dari sejarah sepak bola di Paphos. Ia sebelumnya digunakan sebagai simbol AEP Paphos, yang merupakan salah satu klub pendahulu Pafos FC.
AEP Paphos lahir dari penggabungan antara APOP Paphos dan Evagoras Paphos, di mana klub ini diberi nama untuk menghormati sosok pejuang muda tersebut. Hingga saat ini, warisan Evagoras masih hidup di Siprus dan menjadikannya simbol perlawanan, identitas, serta harga diri nasional.
Meskipun kisah penangkapan dan eksekusinya menyisakan ketegangan dalam hubungan antara Siprus dan Inggris, sosoknya tetap dihormati.
Saat Pafos FC melakoni pertandingan di Stamford Bridge melawan Chelsea, lambang klub tersebut seakan mengingatkan kita bahwa meski mereka dianggap sebagai tim kecil, terdapat sejarah yang besar dan semangat perjuangan yang tak pernah padam di baliknya.
Sumber: Mirror





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5329921/original/051268400_1756349860-WhatsApp_Image_2025-08-28_at_09.53.23.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484013/original/025836000_1769411146-260126_OPINI_Smith_Alhadar.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484027/original/066562000_1769411301-image.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483315/original/041113100_1769373718-000_93XV8UB.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483950/original/011566700_1769409077-IMG_6111.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483933/original/006752500_1769407114-Real_Madrid_s_Kylian_Mbappe__right__celebrates_with_Vinicius_Junior_and_Gonzalo_Garcia.jpg)










