Foto Prabowo Muncul di Billboard Tel Aviv, Sejajar dengan Netanyahu dan Pemimpin Arab
Pemasangan foto Prabowo di billboard Tel Aviv oleh Koalisi Israel untuk Keamanan Regional memicu sorotan publik.

Pemasangan foto Presiden RI Prabowo Subianto di papan reklame atau billboard di Tel Aviv, Israel, telah menarik perhatian luas dari berbagai kalangan. Kejadian ini memicu diskusi sengit di media sosial serta di kalangan pengamat politik internasional. Papan reklame tersebut menampilkan wajah Prabowo di antara sejumlah pemimpin dunia lainnya.
Kemunculan foto ini merupakan bagian dari kampanye yang digagas oleh Koalisi Israel untuk Keamanan Regional. Kampanye ini bertujuan untuk mendesak pemerintah Israel agar mengambil langkah-langkah tertentu dalam penyelesaian konflik dan normalisasi hubungan. Peristiwa ini terjadi tak lama setelah Prabowo menyampaikan pidatonya di Sidang Umum PBB.
Reaksi publik Indonesia terhadap pemasangan foto Prabowo di billboard Tel Aviv beragam, mulai dari keheranan hingga kecaman. Banyak pihak mempertanyakan makna di balik kampanye ini dan implikasinya terhadap posisi diplomatik Indonesia. Situasi ini menyoroti kompleksitas hubungan internasional dan persepsi publik.
Latar Belakang dan Tujuan Kampanye di Tel Aviv
Foto Prabowo Subianto muncul di billboard di Tel Aviv sekitar tanggal 28-29 September 2025. Pemasangan ini diinisiasi oleh Koalisi Israel untuk Keamanan Regional, sebuah kelompok non-partisan yang beranggotakan lebih dari 120 tokoh keamanan, kebijakan, dan ekonomi Israel. Kelompok ini dikenal aktif dalam mendorong solusi regional untuk konflik yang berkepanjangan.
Tujuan utama kampanye billboard ini adalah mendesak pemerintah Israel agar menyetujui inisiatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Inisiatif tersebut berfokus pada upaya mengakhiri konflik di Gaza dan memperluas cakupan Perjanjian Abraham, yang merupakan kesepakatan normalisasi hubungan antara Israel dengan beberapa negara Arab.
Pesan kampanye secara umum menyerukan “Ya untuk Rencana Trump – SELESAIKAN,” menunjukkan urgensi untuk mencapai resolusi.
Selain foto Prabowo di billboard Tel Aviv, papan reklame tersebut juga menampilkan foto Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, serta Perdana Menteri Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman. Kehadiran para pemimpin ini menunjukkan harapan akan dukungan luas dari berbagai pihak dalam mencapai perdamaian regional.
Pidato Prabowo di PBB dan Pengakuan Israel

Kemunculan **foto Prabowo di billboard Tel Aviv** ini terjadi setelah pidatonya di Sidang Umum PBB pada 23 September 2025. Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan selalu berdiri bersama rakyat Palestina, sebuah prinsip yang telah lama dipegang teguh. Namun, ia juga menyatakan bahwa penyelesaian konflik hanya dapat dicapai melalui dialog yang melibatkan semua pihak, disertai jaminan keamanan bagi Israel.
Prabowo juga menggarisbawahi bahwa Indonesia siap mengakui Israel pada hari Israel mengakui negara Palestina. Pernyataan ini merupakan langkah diplomatik signifikan yang menyerukan pengakuan hak Israel untuk hidup aman. Sikap ini menunjukkan pendekatan pragmatis dalam mencari solusi dua negara.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya sempat menyampaikan apresiasi terhadap Prabowo Subianto dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB pada 26 September 2025. Netanyahu menyatakan, “Saya mencatat, seperti yang saya yakin Anda juga, kata-kata penyemangat yang diucapkan di sini oleh Presiden Indonesia. Ini adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Ini juga merupakan pertanda akan apa yang akan terjadi.” Pejabat Israel mengaku terkejut dengan pernyataan Prabowo yang menghormati hak Israel untuk hidup dalam keamanan, menunjukkan dampak pidato tersebut.
Gelombang Reaksi Publik dan Desakan Protes Diplomatik

Kemunculan **foto Prabowo di billboard Tel Aviv** memicu reaksi keras dari warganet Indonesia. Banyak yang menyuarakan kekecewaan dan kebingungan mengenai implikasi dari penggunaan foto pemimpin negara di tengah kampanye politik di Israel. Diskusi daring menunjukkan sentimen publik yang kuat terhadap isu Palestina.
Pengamat Timur Tengah dan dosen hubungan internasional, Dina Sulaeman, meminta Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu RI) untuk segera melayangkan protes terkait pemasangan foto Prabowo di billboard tersebut. Melalui akun X pribadinya, Dina Sulaeman menulis, “Foto Pak Prabowo ditayangkan di billboard di Tel Aviv, oleh rezim Zionis. Harap @Kemlu_RI segera memprotesnya.” Desakan ini mencerminkan kekhawatiran akan potensi misinterpretasi atau penggunaan tanpa izin.
Situasi ini menyoroti pentingnya komunikasi diplomatik yang jelas dan tegas dalam menjaga kedaulatan serta citra negara. Respons resmi dari pemerintah Indonesia akan sangat dinantikan untuk menjelaskan posisi negara terkait insiden ini. Kejadian ini juga menjadi pengingat akan sensitivitas isu Israel-Palestina di mata publik Indonesia.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481348/original/004008000_1769089211-IMG-20260121-WA0203.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480364/original/014793200_1769054699-IMG-20260122-WA0025.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3010346/original/016070500_1577860835-20200101-Banjir-Kawasan-Grogol-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481338/original/004599800_1769088166-220443.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5266269/original/083270100_1750994325-1000061279__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481300/original/013794300_1769086209-Screenshot_20260122_122418_WhatsApp.jpg)























