5 Kecelakaan Maut yang Terjadi di Tol Cipali
Polresta Cirebon tengah mendalami penyebab kecelakaan maut di KM 187+200 pada minggu (3/8) dini hari, arah Jawa Tengah yang menewaskan tiga orang.

Tol Cikopo Palimanan (Cipali) kembali menjadi sorotan setelah berbagai insiden kecelakaan dalam beberapa tahun terakhir memakan banyak korban jiwa. Dari kendaraan pribadi, pemudik, hingga truk pengangkut, seluruhnya merekam gambaran betapa rentannya jalur tol terpanjang di Jawa Barat ini terhadap kecelakaan fatal.
Berikut rangkuman detail dari lima kejadian besar yang terjadi di sepanjang ruas Cipali.
Polresta Cirebon Selidiki Kecelakaan di KM 187 Tewaskan Tiga Orang
Polresta Cirebon tengah mendalami penyebab kecelakaan maut di KM 187+200 pada minggu (3/8) dini hari, arah Jawa Tengah yang menewaskan tiga orang penumpang minibus Suzuki Ertiga (B 1308 NKM) dan dan sebuah truk tronton (B 9921 KIT).
Peristiwa itu terjadi ketika kendaraan yang melaju dari arah Jakarta mencoba menyalip dari sisi kiri. Manuver tersebut membuat mobil oleng dan langsung menghantam truk tronton yang sedang berhenti di bahu jalan.
Benturan keras membuat bagian depan minibus ringsek parah. Tiga penumpang meninggal dunia di lokasi, sementara tiga lainnya mengalami luka serius. Polisi telah memeriksa sopir truk serta saksi lain, termasuk rekaman CCTV jalan tol.
Petugas juga mengingatkan bahaya berhenti di bahu jalan tanpa kondisi darurat, karena sering kali menjadi titik rawan hantaman kendaraan lain yang kehilangan kendali. Kasus ini menjadi salah satu dari sekian banyak kecelakaan yang menewaskan pengemudi maupun penumpang mobil kecil di ruas Cipali.
Satu Pemudik Tewas di KM 142 Mobil Oleng dan Ditabrak dari Belakang
Pada (29/3) Maret 2025 pukul 01.45 Wib. Kecelakaan tunggal yang disusul tabrakan dari belakang terjadi di KM 142+200 arah Cirebon. Sebuah mobil pemudik tiba-tiba oleng dan menabrak pembatas jalan di duga mengantuk. Sesaat setelah itu, kendaraan lain dari arah belakang tidak sempat menghindar dan menghantam mobil tersebut di lansir dari detik.
Corporate Communications & Sustainability Management Dept Head Astra Tol Cipali Ardam Rafif Trisilo mengatakan, kecelakaan melibatkan dua kendaraan roda empat.
"Pengemudi kendaraan pertama diduga mengantuk, sehingga kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan. Akibatnya, kendaraan itu mengalami benturan keras dan kemudian ditabrak kendaraan lain yang melintas di jalur yang sama," kata Ardam.
Dugaan awal menyebut pengemudi mengalami microsleep akibat perjalanan panjang. Kondisi jalan yang lurus dan monoton di Cipali memang sering memicu hilangnya konsentrasi pengemudi, terutama kendaraan pribadi yang mudik menempuh jarak jauh. Pihak pengelola tol.
Ardam menyebutkan, dalam kecelakaan ini, satu korban dilaporkan meninggal dunia di tempat kejadian. Selain itu, terdapat satu korban mengalami luka berat dan dua lainnya mengalami luka ringan. Seluruh korban telah di evakuasi ke RS Cideres Majalengka untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Sopir Kernet Truk Gurame Tewas dalam Tabrakan di KM 87,600
Kecelakaan tragis lainnya terjadi pada sabtu (22/3) 2025 sekitar pukul 05.00, di KM 87,600 arah Jakarta, melibatkan Dua kendaraan yang terlibat yakni truk Mitsubishi Colt Diesel bernopol AG 9765 UT dan truk Hino Tronton nopol Z 9596 YA.
Kanit PJR Tol Cipali AKP Anang Suryana menjelaskan insiden tersebut berawal saat dua truk melaju dari arah Cirebon menuju ke Jakarta. "Kedua kendaraan melaju dari arah Cirebon menuju arah ke Jakarta, setiba di lokasi kejadian truk colt diesel menabrak belakang truk Hino yang ada di depannya," ujar Anang di lansir dari detik.
Hasil olah TKP menunjukkan tidak adanya bekas pengereman, memberi indikasi kuat bahwa pengemudi mengantuk ketika kecelakaan terjadi. Sebelum insiden, korban diketahui sudah menempuh perjalanan hampir 10 jam dari Kediri menuju Jakarta, kemungkinan tanpa istirahat memadai.
Kecelakaan ini memperkuat fakta bahwa pengemudi truk yang kerap bekerja di bawah tekanan waktu dan jadwal pengantaran merupakan kelompok paling rentan mengalami kecelakaan akibat kelelahan.
Kecelakaan Beruntun, 1 Orang Tewas
kecelakaan beruntun juga terjadi di titik-titik rawan lain, Di KM 79 pada senin (15/4) 2024 sekitar pukul 05.00 Wib. Menurut Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Dadang Supriadi, kecelakaan terjadi diduga akibat sopir minibus hilang kendali kemudian menabrak kendaraan lainnya yang parkir di bahu jalan, Di lansir dari detik.
Dadang menjelaskan, kecelakaan terjadi ketika kendaraan minibus B 2412 SRA tengah melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta, setiba di lokasi kejadian diduga sopir hilang kendali, kemudian banting setir ke kiri jalan dan menabrak kendaraan yang ada bahu jalan yang pertama menabrak kendaraan travel nopol G 7221 DF dan terakhir menabrak minibus yang juga parkir di bahu jalan nopol H 1505 FD. Kecelakaan ini menyebab kan satu orang meninggal dan dua orang luka luka.
Rangkaian kecelakaan di titik tersebut menunjukkan bahwa bahu jalan dan lajur kiri sering menjadi lokasi paling berbahaya ketika kendaraan mengalami gangguan teknis atau berhenti mendadak. Selain itu, kecepatan tinggi di jalur yang lurus membuat reaksi pengemudi berkurang, terutama ketika menghadapi situasi darurat.
Kecelakaan 2 Bus dan Grand Max, Tewaskan 5 Orang
Kecelakaan beruntun melibatkan dua bus dan satu minibus Daihatsu Gran Max terjadi di Tol Cipali Km 72.600 arah Jakarta pada Selasa (18/11), dini hari. Insiden maut ini menewaskan lima orang, sementara tujuh korban mengalami luka berat dan 14 lainnya luka ringan. Seluruh korban telah dievakuasi ke RS Abdul Radjak Purwakarta, di lansir dari beritasatu.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul dini hari ketika Gran Max B 2508 TFT melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta di lajur cepat. Saat tiba di Km 72.200, kendaraan tersebut berpindah ke lajur dua.
Dari belakang, Bus Agra Mas B 7554 KGA melaju dengan kecepatan tinggi. Diduga sopir tidak menjaga jarak, sehingga menabrak bagian belakang Gran Max. Benturan keras membuat Gran Max terpental dan berputar, sebelum akhirnya kembali dihantam Bus Sinar Jaya B 7895 FBA yang datang dari belakang.
Kasat Lantas Polres Purwakarta, AKP Muthia Khanza, menyebut kecelakaan beruntun ini masih dalam proses penyelidikan, Dilansir dari berita satu. "Telah terjadi kecelakaan melibatkan dua bus dan satu Gran Max, mengakibatkan lima orang meninggal dunia. Data korban masih kami lengkapi dan penyebab kecelakaan masih diselidiki," ujarnya di RS Abdul Radjak Purwakarta.
Reporter Magang: Mochamad Aidil Akbar













:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490029/original/088865800_1769967231-Kebakaran_hanguskan_ruko_tekstil_di_Tangsel.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489989/original/007869000_1769955452-Potret_miris_Lampung.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490023/original/041903300_1769964386-angin-kencang.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5392257/original/083578700_1761414738-casemiro-manchester-united-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/879161/original/036317500_1431943417-PENGAMANAN_JALANNYA_SIDANG_-_JOHAN_TALLO__2_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490007/original/055967700_1769959626-Evakuasi_murid_SMK_lompat_ke_sungai.jpg)



















