Banjir Kudus Surut, Ribuan Pengungsi Mulai Kembali ke Rumah
Kondisi banjir di Kabupaten Kudus berangsur membaik, dengan sebagian besar pengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing setelah genangan air surut di banyak wilayah.

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kini mulai menunjukkan tanda-tanda surut secara signifikan. Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, menyatakan bahwa kondisi ini memungkinkan para pengungsi untuk kembali ke kediaman mereka.
Per Sabtu (24/1) sore, tercatat 742 pengungsi masih berada di empat lokasi penampungan, namun diperkirakan akan pulang seluruhnya pada Minggu (25/1). Dengan demikian, dimungkinkan tidak ada lagi pengungsi yang bertahan di tempat evakuasi seiring dengan surutnya banjir secara umum.
Prediksi BPBD Kudus menunjukkan bahwa jika curah hujan terus mereda dan intensitasnya berkurang, kemungkinan besar genangan banjir tidak akan muncul kembali. Situasi ini membawa harapan baru bagi warga terdampak untuk segera memulihkan kehidupan normal mereka.
Penurunan Drastis Jumlah Desa dan Rumah Terdampak Banjir
Data terkini dari BPBD Kabupaten Kudus menunjukkan penurunan signifikan jumlah desa dan rumah yang terdampak banjir. Awalnya, banjir melanda 38 desa yang tersebar di sembilan kecamatan, mempengaruhi 22.503 keluarga atau 70.543 jiwa.
Namun, kini hanya tersisa sembilan desa yang masih terdampak, menunjukkan pemulihan yang cepat di banyak area. Jumlah rumah terdampak juga berkurang drastis, dari 10.060 rumah menjadi hanya 2.659 rumah yang tersebar di empat kecamatan.
Penurunan angka ini mengindikasikan bahwa upaya penanganan banjir dan proses surutnya air berjalan efektif. Masyarakat di sebagian besar wilayah yang sebelumnya terendam banjir kini dapat memulai proses pembersihan dan perbaikan rumah mereka.
Pengungsian dan Dapur Umum Berangsur Normal
Seiring dengan surutnya banjir, jumlah tempat pengungsian yang digunakan juga berkurang secara signifikan. Sebanyak 11 tempat pengungsian yang sebelumnya menampung warga terdampak kini telah kosong.
Saat ini, warga yang masih bertahan di pengungsian tersebar di empat lokasi, yaitu Balai Desa Gulang, Pustu Tanjungkarang, Balai Desa Karangrowo, dan Gedung Muslimat NU Loram Kulon. Para pengungsi di lokasi-lokasi ini direncanakan akan pulang secara bertahap pada hari Minggu.
Dapur umum yang sebelumnya beroperasi di 23 lokasi kini juga telah dinonaktifkan di sebagian besar tempat. Hanya empat lokasi dapur umum yang masih beroperasi untuk mengantisipasi kebutuhan warga yang mungkin masih berada di pengungsian.
BPBD Kudus Tetap Siaga dan Pantau Kondisi Lapangan
Meskipun kondisi banjir di Kudus berangsur membaik, BPBD Kabupaten Kudus menegaskan komitmennya untuk tetap siaga. Pemantauan intensif akan terus dilakukan di desa-desa yang sebelumnya terdampak banjir.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, menyatakan bahwa pihaknya akan memastikan kebutuhan warga terdampak tetap terpenuhi hingga kondisi benar-benar pulih. Kesiapsiagaan dapur umum yang masih beroperasi juga menjadi perhatian utama.
Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah melalui BPBD tidak akan lengah dalam menghadapi potensi risiko dan memastikan pemulihan pascabanjir berjalan lancar. Koordinasi dan kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat Kudus.
Sumber: AntaraNews



























:strip_icc()/kly-media-production/medias/5406922/original/073555700_1762644816-IMG_4480.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523360/original/052804100_1772805112-IMG-20260306-WA0046.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523356/original/051393900_1772804124-1001063529.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523341/original/067284000_1772802871-IMG_2133.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523290/original/085749300_1772799875-IMG_2116.jpeg)












