Capaian 100 Hari Kerja Sudirman-Fatma dan Janji-Janji Kampanye Benahi Sulsel
Dari delapan poin janji politik, Sudirman-Fatma baru merealisasikan terkait swasembada pangan dan stunting.

Pasangan Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi resmi menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan pada 20 Februari 2025 usai dilantik secara langsung Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. Seratus hari berselang, apa saja yang telah dilakukan Sudirman-Fatma merealisasikan janji politiknya saat Pilkada Sulsel 2024.
Saat Pilkada Sulsel lalu, pasangan ini mempunyai visi Sulsel maju dan berkarakter. Sementara itu, ada delapan poin misi Sudirman-Fatma memimpin Sulsel.
Poin pertama misi Sudirman-Fatma yakni memajukan layanan pendidikan, kesehatan, sosial keagamaan, dan kemasyarakatan berbasis kompetensi, berakhlak, dan berkearifan lokal. Kedua, melanjutkan hilirisasi pertanian untuk mencapai Swasembada Pangan dan lumbung pangan, serta sumber daya alam lainnya yang modern dan berdaya saing, berbasis ekonomi hijau dan ekonomi biru.
Poin ketiga, yakni mengembangkan ekonomi masyarakat, pedesaan, dan daerah 3T (terluar, termiskin, tertinggal) untuk menekan angka pengangguran, kemiskinan, serta menangani gizi buruk dan stunting. Keempat, mengembangkan desa mandiri sebagai pusat pertumbuhan untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
Misi selanjutnya, mendorong investasi padat karya dan berwawasan lingkungan. Keenam, mempercepat dan memperkuat transformasi digital dan birokrasi yang berintegritas, adaptif, dan melayani.
Poin ketujuh, memperkuat peran kepemudaan dalam pembangunan serta pelibatan kelompok marjinal, termasuk penyandang disabilitas. Dan terakhir, memperkuat layanan transportasi (darat, laut, udara) dan infrastruktur yang berorientasi pada kesiapan dan ketahanan menghadapi situasi bencana, berkeadilan, serta pengembangan pariwisata untuk mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi.
Capaian Program 100 Hari Kerja
Dari delapan poin janji politik, Sudirman-Fatma baru merealisasikan terkait swasembada pangan dan stunting.
Untuk swasembada pertanian, Andi Sudirman beberapa kali menemani sang kakak yang menjabat sebagai Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk panen raya di sejumlah daerah di Sulsel.
Andi Sudirman sebelumnya mengaku Provinsi Sulsel mempunyai target produksi beras mencapai 5,5 juta ton pada tahun 2025. Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hotikultura, dan Perkebunan Sulsel, produksi gabah kering giling (GKG) di Sulsel mulai Januari-Mei 2025 mencapai 2,34 juta ton.
Sementara produksi beras di Sulsel sudah mencapai 1,34 juta toh. Produksi beras tersebut berasal dari 467 ribu hektare luas lahan pertanian yang panen.
Berdasarkan data Dinas TPH-Bun Sulsel, konsumsi beras masyarakat Sulsel mencapai 437.255 ton. Dengan demikian, Sulsel masih mengalami surplus beras mencapai 911.054 ton
Sulsel memang dikenal sebagai penopang pangan nasional, dengan luas Lahan Baku Sawah (LBS) sebesar 660.638 hektare. Dari luas lahan pertanian tersebut, Kabupaten Bone dan Wajo yang memiliki LBS terluas diantara 24 kabupaten/kota di Sulsel.
Data yang dihimpun LBS Kabupaten Bone seluas 118.304 hektare. Selanjutnya, Kabupaten Wajo 101.435 hektare, Sidrap memiliki 51.389 hektare dan Pinrang 50.878 hektare.
Selain sektor pertanian, sektor kesehatan yakni terkait gizi buruk dan stunting juga menjadi perhatian pemerintahan Sudirman-Fatma. Bahkan, Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi memimpin secara langsung Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur, Kamis (8/5).
Data Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sulsel menyebut pemerintah memiliki target menurunkan angka stunting hingga 6,4 persen pada tahun 2045 mendatang.
Bappelitbangda Sulsel menyebut pada tahun 2024, angka stunting mencapai 23,3 persen. Untuk tahun 2025, Pemprov Sulsel target menurunkan angka stunting.
Meski sejumlah janji politik Sudirman-Fatma sudah berjalan, tetapi ada juga yang belum terealisasi. Salah satunya yakni terkai layanan transportasi (darat, laut, udara) dan infrastruktur.
Untuk infrastruktur, banyak keluhan warga terkait jalan rusak. Paling disorot warga adalah jalan rusak di Jalan Letjen Hertasning Makassar dan Aroepala Gowa.
Hingga saat ini, Pemprov Sulsel belum melakukan perbaikan jalan yang menghubungkan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa itu.



























:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523436/original/088155600_1772816651-1001064690.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)
















