Cegah Rabies, Pemkab Badung Gencarkan Program Sterilisasi Vaksinasi Rabies Gratis
Pemerintah Kabupaten Badung menggelar program Sterilisasi Vaksinasi Rabies Badung gratis untuk hewan peliharaan, upaya serius menekan kasus gigitan dan populasi anjing liar.

Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, melalui Dinas Pertanian dan Pangan, telah menyelenggarakan program layanan sterilisasi serta vaksinasi gratis bagi hewan penular rabies. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Badung untuk menjaga kesehatan hewan peliharaan dan mengendalikan populasi anjing liar di wilayahnya. Kegiatan ini berlangsung di Klinik Hewan Mangupura Vet Care dan mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta tanggung jawab masyarakat dalam memelihara hewan, khususnya terkait kesehatan hewan peliharaan mereka. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung, I Wayan Wijana, menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi kasus gigitan anjing, terutama di desa-desa dengan populasi anjing tinggi. Pelaksanaan sterilisasi gratis ini diadakan pada tanggal 22–23 November, sementara layanan vaksinasi rabies terus digencarkan tanpa batasan kuota.
Antusiasme masyarakat terhadap program sterilisasi sangat tinggi, dengan 100 kuota yang disediakan langsung terisi penuh hingga hari terakhir pendaftaran. Tingginya minat ini disebabkan oleh biaya prosedur sterilisasi yang tergolong mahal jika dilakukan secara mandiri. Melalui program ini, Pemkab Badung berkomitmen untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi warga serta wisatawan dari potensi kasus gigitan anjing liar.
Pengendalian Populasi Anjing Melalui Sterilisasi Gratis
Program sterilisasi gratis yang digagas oleh Pemkab Badung merupakan strategi kunci dalam upaya pengendalian populasi anjing di wilayah tersebut. I Wayan Wijana menjelaskan, “Melalui pengendalian populasi ini kami ingin dapat mengurangi kasus gigitan, terutama di desa-desa dengan populasi anjing tinggi dan di kawasan yang terdapat banyak anjing liar.” Langkah ini dianggap efektif untuk menekan angka kelahiran anjing yang tidak terkontrol, yang seringkali berkontribusi pada peningkatan jumlah anjing liar.
Masyarakat Badung menunjukkan minat yang luar biasa terhadap layanan sterilisasi ini, terbukti dari kuota 100 hewan yang langsung terpenuhi dalam waktu singkat. Tingginya partisipasi ini mencerminkan kebutuhan nyata akan layanan kesehatan hewan yang terjangkau. Biaya sterilisasi yang umumnya mahal menjadi kendala bagi banyak pemilik hewan, sehingga program gratis ini sangat membantu dan disambut baik.
Selain mengurangi populasi, sterilisasi juga memiliki manfaat kesehatan bagi hewan itu sendiri, seperti mencegah penyakit reproduksi dan mengurangi perilaku agresif. Dengan populasi anjing yang lebih terkontrol, diharapkan lingkungan menjadi lebih aman dan nyaman bagi seluruh penghuni, baik manusia maupun hewan. Program ini menjadi bukti komitmen Pemkab Badung dalam menciptakan ekosistem yang sehat dan harmonis.
Peningkatan Cakupan Vaksinasi Rabies dan Komitmen Pemkab
Selain sterilisasi, layanan vaksinasi rabies juga menjadi fokus utama dalam program ini, dengan pendekatan tanpa batasan kuota bagi masyarakat yang membawa hewan peliharaannya. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemkab Badung untuk terus menggenjot capaian vaksinasi rabies di seluruh wilayah. Upaya ini sangat penting mengingat rabies adalah penyakit mematikan yang dapat menular ke manusia.
Hingga November 2025, cakupan vaksinasi rabies di Badung telah mencapai 84 persen dari estimasi populasi hewan penular rabies sebanyak 98 ribu ekor. Angka ini jauh melampaui standar nasional yang ditetapkan sebesar 70 persen. “Standar nasional itu 70 persen, jadi kami di Badung setiap tahun sudah di atas 80 persen, bahkan 90 persen,” ungkap Wayan Wijana, menunjukkan keberhasilan program vaksinasi di Badung.
Capaian vaksinasi yang tinggi ini tidak lepas dari kerja keras dan dukungan penuh dari Pemkab Badung serta partisipasi aktif masyarakat. Dengan cakupan yang luas, risiko penyebaran rabies dapat diminimalisir secara signifikan. Ini merupakan langkah proaktif Pemkab Badung dalam melindungi kesehatan publik dan menjaga status Badung sebagai daerah yang aman dari rabies.
Rencana Perluasan Program untuk Keamanan Masyarakat
I Wayan Wijana menambahkan bahwa ke depannya, kegiatan serupa akan dilaksanakan secara rutin dan diarahkan ke wilayah desa. Prioritas akan diberikan kepada desa-desa dengan populasi anjing yang cukup besar atau wilayah dengan kasus gigitan yang cukup banyak. Strategi ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak hewan dan masyarakat yang membutuhkan, terutama di daerah terpencil.
Perluasan program ini merupakan salah satu upaya Pemkab Badung dalam memberikan kenyamanan kepada masyarakat dan keamanan kepada wisatawan. “Ini salah satu upaya kami dalam memberikan kenyamanan kepada masyarakat, memberikan keamanan kepada wisatawan, terutama dari kasus gigitan anjing liar,” tegas I Wayan Wijana. Dengan demikian, Badung dapat terus mempertahankan reputasinya sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman.
Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada penanganan masalah yang ada, tetapi juga pada pencegahan jangka panjang. Dengan edukasi dan layanan yang mudah diakses, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sterilisasi dan vaksinasi terus meningkat. Pemkab Badung bertekad untuk terus berinovasi dan memperluas jangkauan program demi kesejahteraan hewan dan keamanan seluruh lapisan masyarakat.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481371/original/037143900_1769091608-Presiden_Prabowo_Subianto_di_WEF-3.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481376/original/075507400_1769092696-WhatsApp_Image_2026-01-22_at_21.15.44.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5212278/original/085926800_1746607936-Inter_Milan_vs_Barcelona-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478810/original/094393800_1768927580-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5456859/original/027443500_1766978470-Bahlil_Lahadalia.jpeg)















