Dinsos P3A Blora Optimalkan Pemetaan Kesejahteraan Warga Melalui DTSEN untuk Bantuan Tepat Sasaran
Dinas Sosial P3A Blora mulai memberlakukan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada Mei 2025 untuk memetakan kesejahteraan warga, memastikan bantuan sosial lebih akurat dan tepat sasaran.

Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora, Jawa Tengah, mengambil langkah maju dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Instansi ini melakukan pemetaan kondisi sosial ekonomi warga sekaligus penajaman kebijakan perlindungan sosial melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang mulai diberlakukan pada Mei 2025.
Kepala Dinsos P3A Blora, Luluk Agung Ariadi, menyatakan bahwa pemetaan ini menunjukkan perbedaan signifikan dalam sebaran keluarga dan individu berdasarkan desil sosial ekonomi di setiap kelompok. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan bahwa program-program bantuan pemerintah dapat menjangkau target yang tepat dan efektif.
Perubahan ke DTSEN ini merupakan pembaruan sistem pendataan sosial ekonomi nasional yang diharapkan lebih akurat, terpadu, dan mutakhir. Sistem baru ini menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang sebelumnya digunakan.
Fokus Pemetaan Kesejahteraan dengan DTSEN
Penerapan DTSEN menandai era baru dalam sistem pendataan sosial ekonomi di Indonesia, khususnya di Blora. Sistem ini dirancang untuk memberikan gambaran yang lebih presisi mengenai kondisi masyarakat, terutama kelompok rentan dan calon penerima bantuan sosial.
Luluk Agung Ariadi menegaskan bahwa melalui DTSEN, pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan ketepatan sasaran berbagai kebijakan dan intervensi sosial. Hal ini merupakan perbaikan signifikan dibandingkan sistem DTKS yang dinilai memiliki beberapa keterbatasan.
Data yang dihimpun melalui DTSEN akan menjadi fondasi penting bagi perencanaan program, evaluasi, serta penyaluran bantuan sosial. Tujuannya adalah agar bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan secara berkeadilan.
Sebaran Desil Sosial Ekonomi Masyarakat Blora
Berdasarkan akumulasi Desil 1 hingga Desil 5, total keluarga yang tercatat di Blora mencapai 176.476 keluarga dengan jumlah penduduk sebanyak 488.179 individu pada tahun 2025. Data ini memberikan gambaran komprehensif tentang stratifikasi ekonomi masyarakat setempat.
Pada Desil 1, yang merupakan kelompok ekonomi terbawah, tercatat sebanyak 44.741 keluarga dengan total 115.298 individu. Kelompok ini menjadi prioritas utama dalam berbagai program bantuan pemerintah untuk pengentasan kemiskinan.
Sementara itu, Desil 2 mencatat 41.906 keluarga dengan 116.788 individu yang juga tergolong rentan terhadap gejolak ekonomi. Desil 3 terdiri dari 30.312 keluarga dengan 87.768 individu yang umumnya berada pada kelompok menengah bawah. Adapun Desil 4 mencakup 27.460 keluarga dengan 77.256 individu, dan Desil 5 mencatat 32.057 keluarga dengan 91.069 individu yang mulai memasuki kelompok ekonomi menengah.
Rekapitulasi Awal DTSEN dan Harapan Pemerintah Daerah
Rekapitulasi awal DTSEN Kabupaten Blora per Maret 2025 menunjukkan total keluarga yang tercatat mencapai 330.664 keluarga dengan 928.495 individu. Dalam rekapitulasi ini, Desil 1 mencatat 34.513 keluarga dengan 86.374 individu, Desil 2 sebanyak 35.709 keluarga dengan 101.638 individu, dan Desil 3 sebanyak 38.289 keluarga dengan 105.382 individu.
Selanjutnya, Desil 4 mencakup 35.090 keluarga dengan 101.534 individu, serta Desil 5 sebanyak 35.082 keluarga dengan 95.415 individu. Luluk Agung Ariadi menyatakan bahwa data ini secara keseluruhan menunjukkan masih besarnya jumlah penduduk pada kelompok desil bawah dan menengah yang memerlukan perhatian serta intervensi berkelanjutan dari pemerintah.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memanfaatkan data DTSEN ini sebagai dasar yang kuat untuk perencanaan, evaluasi, dan penyaluran program bantuan sosial. Hal ini krusial untuk memastikan program-program tersebut lebih tepat sasaran dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Blora.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5158422/original/012721900_1741665141-kata-kata-untuk-stop-bullying.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475190/original/073855700_1768554990-TPA_Benowo_mengubah_sampah_menjadi_energi_listrik.jpeg)










