Emas Bersejarah Basket 3x3 Putri Indonesia di SEA Games 2025: Perjuangan dan Air Mata
Timnas Basket 3x3 Putri Indonesia berhasil meraih medali emas bersejarah di SEA Games 2025 Bangkok, mengalahkan tuan rumah Thailand dalam laga dramatis yang penuh perjuangan dan emosi.

Tim Nasional Basket 3x3 Putri Indonesia berhasil menorehkan sejarah baru dengan meraih medali emas pada ajang SEA Games 2025. Kemenangan gemilang ini diraih setelah mengalahkan tim tuan rumah Thailand dalam pertandingan final yang berlangsung sengit.
Laga puncak tersebut digelar di Stadion Nimibutr, Bangkok, Thailand, pada Kamis malam, menjadi saksi bisu perjuangan para srikandi basket Indonesia. Medali emas ini merupakan yang pertama kalinya bagi nomor 3x3 putri sejak dipertandingkan dalam sejarah SEA Games.
Para pemain, Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi, Agustin Gradita Elya Retong, Kimberley Pierre-Louis, dan Evelyn Fiyo, menunjukkan performa luar biasa. Di bawah bimbingan pelatih Fandi Andika Ramadhani, mereka berhasil menjawab penantian panjang setelah serangkaian kegagalan di edisi sebelumnya.
Drama Final Melawan Tuan Rumah Thailand
Pertandingan final antara Indonesia dan Thailand berlangsung penuh ketegangan, diwarnai sorakan memekakkan dari penonton tuan rumah. Indonesia sempat unggul lima poin di awal, namun Thailand berhasil menyamakan kedudukan dan bahkan sempat memimpin.
Momen krusial terjadi ketika Kimberley Pierre-Louis melakukan blok keras yang membuat pemain Thailand terjatuh, namun aksi tersebut dinyatakan sah oleh wasit. Insiden ini membangkitkan kembali kepercayaan diri tim Garuda, yang kemudian kembali unggul dengan skor 18-13.
Namun, tim Thailand tidak menyerah begitu saja dan berhasil mengejar ketertinggalan hingga skor menjadi 20-18 dengan sisa waktu sembilan detik. Pada detik-detik terakhir, Dewa Ayu berhasil mengamankan bola pantul dan memeluknya erat hingga waktu habis, memastikan kemenangan dramatis bagi Indonesia.
Peluit akhir berbunyi, mengukuhkan skor 20-18 untuk kemenangan Indonesia, sekaligus mengakhiri penantian panjang. Empat pemain berkostum putih itu langsung berpelukan, merayakan sejarah yang baru saja mereka ukir di hadapan publik Thailand.
Perjalanan Penuh Liku Menuju Puncak
Medali emas ini bukan sekadar kemenangan, melainkan puncak dari perjalanan panjang yang berliku bagi tim Emas Basket 3x3 Putri Indonesia. Pelatih Fandi Andika Ramadhani, yang akrab disapa Rama, terlihat sangat emosional, menangis dan bersujud syukur di tribun.
Rama mengingat kembali kegagalan timnya yang hanya meraih perunggu pada SEA Games 2023 Kamboja, serta hasil buruk di SEA Games 2019 yang bahkan tidak mencapai fase gugur. Dua edisi berikutnya, 2021 dan 2023, langkah mereka selalu terhenti di semifinal, hanya menyisakan medali perunggu.
Perjalanan menuju final di Bangkok juga tidak mudah, namun sempurna. Indonesia berhasil menaklukkan tim unggulan Filipina dengan skor 21-15, mengatasi Malaysia 19-10, dan menyingkirkan Vietnam 20-18 di babak semifinal. Tiga laga tersebut menunjukkan dominasi dan ketangguhan tim.
Kemenangan ini menjadi bukti nyata dari kerja keras, dedikasi, dan kepercayaan yang telah dibangun. Rama menekankan bahwa emas ini adalah hasil dari peran yang dijalankan tanpa saling menonjolkan diri, bermain keras, namun tetap dengan hati yang tulus.
Dedikasi dan Makna Emas bagi Para Pahlawan
Setelah lagu Indonesia Raya berkumandang di Stadion Nimibutr, air mata Agustin Gradita Elya Retong tak terbendung. Ia mempersembahkan medali emas ini untuk seluruh rakyat Indonesia, khususnya mereka yang sedang menghadapi bencana di tanah air.
"Semoga ini bisa jadi penghiburan,” ucapnya pelan, suaranya menahan getar. Ungkapan ini menunjukkan kedalaman hati para atlet yang tetap memikirkan kondisi bangsanya di tengah euforia kemenangan.
Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi juga menyampaikan hal serupa, bahwa emas ini ditujukan bagi masyarakat Indonesia yang terdampak bencana di Sumatera. "Ini sejarah,” katanya singkat, lalu tersenyum, dengan ekspresi yang kemudian berubah memelan saat menyebut Sumatera, menunjukkan empati mendalam.
Bagi Kimberley Pierre-Louis, pemain naturalisasi, momen menyanyikan Indonesia Raya dengan fasih menegaskan bahwa hatinya telah sepenuhnya untuk Indonesia. Kemenangan ini adalah penantian dari perjalanan panjang yang tak selalu lurus, tentang kepercayaan dan bermain dengan setulus hati.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)

















