Fakta Unik Lomba Menembak Lanud El Tari: Ajang Terbesar Pertama di NTT Jaring Atlet PON 2028
Lomba Menembak Lanud El Tari Kupang digelar untuk pertama kalinya di NTT, menjaring atlet berbakat menjelang PON 2028. Siapa saja yang terlibat dan apa tujuannya?

Pangkalan Udara (Lanud) El Tari Kupang baru-baru ini sukses menggelar Kejuaraan Menembak Danlanud El Tari 2025. Acara bergengsi ini berlangsung pada tanggal 18 hingga 19 Oktober di lapangan tembak Lanud El Tari Kupang. Tujuannya adalah untuk menjaring atlet-atlet menembak berbakat dari seluruh Nusa Tenggara Timur.
Kejuaraan ini tidak hanya diikuti oleh personel TNI dan Polri, namun juga melibatkan partisipasi aktif dari warga sipil. Sebanyak 97 peserta dari berbagai instansi dan klub menembak di NTT turut meramaikan kompetisi ini. Mereka bersaing dalam dua kategori utama, yaitu menembak dengan senjata laras panjang dan senjata laras pendek.
Komandan Lanud El Tari Kupang, Marsma TNI Somad, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menuju PON 2028. NTT dikabarkan akan menjadi tuan rumah, sehingga pencarian bibit unggul menjadi sangat krusial. Selain itu, Lomba Menembak Lanud El Tari ini juga digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 TNI.
Mencari Bibit Unggul untuk PON 2028
Marsma TNI Somad menegaskan pentingnya kejuaraan ini dalam mencari talenta menembak di NTT. Ia berharap daerah ini dapat memiliki atlet-atlet tembak berprestasi di kancah nasional. Informasi mengenai NTT sebagai tuan rumah PON 2028 menjadi motivasi utama untuk penyelenggaraan Lomba Menembak Lanud El Tari ini.
Penjaringan atlet ini menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan kontingen NTT di ajang olahraga terbesar nasional. Dengan adanya kejuaraan ini, potensi-potensi tersembunyi dapat teridentifikasi dengan lebih baik. Ini juga menunjukkan komitmen Lanud El Tari dalam mendukung pengembangan olahraga di daerah.
Marsma TNI Somad menyatakan, "Kegiatan ini juga dalam rangka menyaring bibit-bibit berbakat yang punya minat sehingga kita bisa mempunyai atlet-atlet tembak yang berasal dari Nusa Tenggara Timur." Kejuaraan ini merupakan yang terbesar pertama kali digelar di NTT, menandai babak baru dalam pengembangan olahraga menembak. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang.
Kategori Lomba dan Peserta yang Beragam
Lomba menembak ini dibagi menjadi dua kategori utama yang menarik perhatian banyak peserta. Kategori pertama adalah menembak dengan senjata laras panjang, dan kategori kedua adalah menembak dengan senjata laras pendek atau pistol. Pembagian ini memungkinkan peserta dengan spesialisasi berbeda untuk berkompetisi dalam Lomba Menembak Lanud El Tari.
Untuk kategori menembak pistol, terdapat tiga sub-kategori yang meliputi Eksekutif Pro – Non Optic, eksibisi eksekutif (TNI–Polri), serta Eksibisi Sipil (Slow Fire). Sementara itu, senjata laras panjang menggunakan jenis Rifle Cal 5,56 milimeter non optic. Ini menunjukkan variasi dalam jenis perlombaan yang diselenggarakan.
Kategori laras panjang juga memiliki pembagian berdasarkan jenis kelamin dan jarak tembak. Ada perorangan pria dengan jarak 100 meter, perorangan wanita dengan jarak 75 meter, beregu pria 100 meter, dan beregu wanita 75 meter. Total 97 peserta dari instansi TNI/Polri dan klub menembak di NTT ikut serta dalam Lomba Menembak Lanud El Tari ini.
Mempererat Soliditas dan Kebersamaan
Selain aspek kompetisi, tujuan penting lain dari kejuaraan ini adalah memperkuat rasa kebersamaan dan soliditas. Marsma TNI Somad menekankan bahwa kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antara TNI, Polri, dan masyarakat. Interaksi positif ini sangat berharga untuk menjaga stabilitas daerah dan memupuk hubungan baik.
Penyelenggaraan Lomba Menembak Lanud El Tari ini juga bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 TNI, menambah nilai historis dan kebanggaan. Partisipasi dari berbagai elemen masyarakat menunjukkan dukungan luas terhadap institusi militer. Ini adalah cerminan dari kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Ketua Panitia, Kolonel Pas Sulistiyo Utomo, menyatakan bahwa kejuaraan ini hanyalah awal dari serangkaian kegiatan serupa. Ia berencana untuk mengembangkan lomba ini di masa depan, termasuk pemisahan kategori pria dan wanita secara lebih spesifik. "Ini baru awal, nanti untuk kedepannya akan kita pisahkan tim perempuan dengan perempuan, pria dengan pria. Inikan digabung ya," tambah Kolonel Utomo.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475809/original/032406400_1768655848-IMG_20260117_083259.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475808/original/013591300_1768655186-1001517114.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475805/original/035346900_1768654776-215663.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475804/original/020764700_1768654307-IMG_6777.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475801/original/084943600_1768652673-Banjir_Pemalang.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475773/original/014572800_1768649118-Pesawat_ATR_42-500.png)

















