Fakta Unik: RSUDZA Sukses Gelar Operasi Bypass Cerebrovascular Perdana di Sumatera, Ke-8 di Indonesia
RSUDZA Banda Aceh mencetak sejarah dengan suksesnya Operasi Bypass Cerebrovascular perdana di Sumatera. Ketahui bagaimana prosedur ini menyelamatkan pasien Moyamoya Disease.

Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh baru-baru ini mencatat sejarah penting. Mereka berhasil melaksanakan operasi bypass cerebrovascular perdana di Pulau Sumatera. Keberhasilan ini mendapat apresiasi langsung dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Prosedur bedah saraf kompleks ini dilakukan pada seorang pasien dengan Moyamoya Disease. Kondisi langka ini menyebabkan penyempitan pembuluh darah di otak, meningkatkan risiko stroke berulang. Operasi bertujuan memulihkan aliran darah dan menurunkan komplikasi yang mengancam jiwa.
Operasi ini merupakan hasil kolaborasi dengan Tim Ahli Bedah Saraf dari RS Pusat Otak Nasional (PON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta. Pelaksanaan proctoring ini menandai RSUDZA sebagai rumah sakit kedelapan di Indonesia yang mampu melakukan tindakan serupa. Ini menjadi langkah maju signifikan bagi layanan kesehatan di Aceh.
Terobosan Bedah Saraf: Operasi Bypass Cerebrovascular untuk Moyamoya Disease
Operasi bypass cerebrovascular merupakan prosedur krusial bagi pasien Moyamoya Disease. Kondisi ini ditandai dengan penyempitan progresif pembuluh darah di otak, yang jika tidak ditangani dapat menyebabkan stroke berulang dan kerusakan neurologis permanen. Melalui operasi ini, jalur pembuluh darah baru dibuat untuk mengembalikan aliran darah yang adekuat ke otak, sehingga mengurangi risiko komplikasi serius.
Keberhasilan RSUDZA dalam melaksanakan operasi ini sangatlah signifikan. RSUDZA menjadi satu-satunya rumah sakit di Sumatera yang kini mampu melakukan prosedur canggih ini. Secara nasional, RSUDZA merupakan rumah sakit kedelapan dari tujuh provinsi yang telah berhasil mengimplementasikan tindakan serupa, menunjukkan kapasitas dan keahlian tim medisnya.
Pelaksanaan operasi perdana ini dilakukan melalui metode proctoring. Tim ahli bedah saraf dari RS PON Jakarta membimbing tim medis RSUDZA secara langsung. Kolaborasi ini memastikan transfer pengetahuan dan keterampilan yang efektif, sekaligus menjamin standar keamanan dan keberhasilan prosedur bagi pasien.
Dukungan Penuh Kementerian Kesehatan untuk Layanan Spesialistik
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan dukungan penuhnya terhadap pengembangan layanan kesehatan di Aceh. Dukungan ini mencakup penyediaan alat-alat kesehatan modern serta peningkatan sumber daya manusia. Tujuannya agar semua kebutuhan penanganan kesehatan dapat terpenuhi di Aceh, tanpa perlu rujukan ke luar daerah.
Menkes Budi Gunadi Sadikin bertekad bahwa seluruh layanan kesehatan, termasuk tindakan spesialistik seperti operasi bypass cerebrovascular, dapat ditangani langsung di rumah sakit provinsi hingga kabupaten/kota. Ini diharapkan dapat meminimalisir dampak kecacatan atau kematian yang disebabkan oleh keterlambatan penanganan medis.
Untuk mengoptimalkan pelayanan ini, Menkes meminta RS PON mempercepat transfer pengetahuan dan keterampilan kepada tim medis RSUDZA. Harapannya, tindakan serupa dapat dilakukan secara mandiri di Aceh dalam waktu dekat. Menkes juga mendorong Sekda Aceh dan Direktur RSUDZA untuk menyiapkan putra-putri terbaik Aceh sebagai spesialis saraf, guna mengabdi maksimal dalam penanganan stroke dan keluhan jantung.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Kementerian Kesehatan akan memberikan bantuan Microscope Neurosurgery atau mikroskop bedah saraf. Peralatan canggih ini sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan layanan operasi bedah saraf di RSUDZA, sesuai dengan permintaan Plh Direktur RSUDZA.
Visi RSUDZA: Pusat Rujukan Bedah Saraf Regional
Plh Direktur RSUDZA dr. Arifatul Khorida menegaskan bahwa pelaksanaan proctoring ini merupakan langkah maju yang signifikan bagi layanan bedah saraf di Aceh. RSUDZA memiliki harapan besar untuk menjadi pusat rujukan pelayanan bedah saraf di Sumatera. Khususnya dalam penanganan kasus kompleks seperti Moyamoya Disease, RSUDZA berupaya menjadi garda terdepan.
Pemerintah Aceh menyambut baik dukungan dari Kementerian Kesehatan, baik dalam bentuk bantuan alat kesehatan maupun peningkatan sumber daya manusia. Sekda Aceh M. Nasir menyatakan kesiapan untuk menyiapkan SDM yang mumpuni. Hal ini bertujuan agar alat-alat yang diberikan dapat dioperasionalkan secara maksimal dan bermanfaat bagi masyarakat.
RSUDZA berkomitmen untuk melaksanakan tindakan operasi bypass cerebrovascular ini secara berkelanjutan dan mandiri. Dengan fasilitas yang ada dan peningkatan kemampuan SDM, pengetahuan ini diharapkan dapat ditularkan ke rumah sakit di kabupaten/kota lain di Aceh. Ini sejalan dengan program pengampuan layanan prioritas seperti jantung dan stroke yang dimiliki RSUDZA.
Kegiatan ini juga mencakup laporan langsung dari ruang ICU RSUDZA bersama Menteri Kesehatan. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan kondisi pascaoperasi serta mengapresiasi kolaborasi lintas rumah sakit dan dukungan pemerintah pusat. Pemerintah Aceh juga memberikan apresiasi tinggi, melihat keberhasilan operasi ini sebagai wujud peningkatan pelayanan kesehatan spesialistik di daerah.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475812/original/099904100_1768657086-Serpihan.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432495/original/005614800_1764809441-000_86ZV73K.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462366/original/095961900_1767572953-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475849/original/036253300_1768664192-20260117_192835.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475854/original/014289600_1768664377-114456.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475845/original/086013600_1768663765-114070.jpg)









