Gunung Semeru Batuk Lagi, Semburkan Abu Vulkanik 1000 Meter
Erupsi terjadi pada pukul 05.55 WIB dengan kolom abu teramati mencapai 1000 meter.

Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi dengan lontaran abu dengan material vulkanik pada Selasa pagi (3/6). Atas aktivitas vulkanik yang terjadi, masyarakat di sekitar lereng utamanya jalur aliran lahar diimbau untuk menjaga jarak aman sesuai rekomendasi petugas.
Berdasarkan laporan pos pantau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 05:55 WIB dengan kolom abu teramati mencapai 1000 meter.
“Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” tulis Liswanto, petugas Pos Pantau Gunung Api Semeru dalam laporan tertulisnya.
Selain itu, sebelumnya juga sempat terjadi erupsi pada Senin malam (2/6) dengan kolom abu mencapai 700 meter mengarah ke barat hingga barat laut yang mengakibatkan sebagian wilayah Kabupaten Malang mengalami hujan abu.
Larangan Aktivitas

Meski demikian, belum ada laporan dampak yang signifikan atas aktivitas vulkanik gunung semeru. Sementara, status Gunung tertinggi di pulau Jawa ini berada pada level II (Waspada).
Petugas mengimbau masyarakat tetap waspada dan mematuhi radius aman yang telah ditetapkan PVMBG yakni 8 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu masyarakat juga diimbau untuk menjaga jaga dari sepanjang daerah aliran sungai lahar dengan jarak 500 meter.
“Masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak,” jelasnya.
Kondisi Warga Sekitar

Atas aktivitas vulkanik tersebut, warga di lereng Gunung Semeru diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sungai-sungai atau lembah yang berhulu di puncak.
“Tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," katanya.
Sementara Haries Sugiarto, warga Kota Malang mengaku merasakan abu tipis saat dalam perjalanan Senin (2/5) malam. Abu tersebut ditemukan menempel di sepeda motor dan kaca mobil.
"Saat melintas di Jalan Soekarno-Hatta sekitar pukul 20.30 WIB. Abunya tipis tapi lumayan terasa pedih di mata," katanya.
Kondisi tersebut semakin nampak pada kaca mobil dengan abu tipis yang dapat ditulisi di atasnya.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482938/original/081714600_1769299677-Hogi_dan_Arsita.webp)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482937/original/067040800_1769297894-Bendera_PDIP_berkibar_di_depan_kantor_PPP_Tuban.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482936/original/079259800_1769297387-Wakil_Menteri_Perlindungan_Pekerja_Migran_Indonesia__P2MI___Dzulfikar_Ahmad_Tawalla.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482934/original/022637500_1769296527-Motor_terduga_pelaku_perampokan_di_Lampung.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1953505/original/071520100_1519978843-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482933/original/040680200_1769295761-Pelajar_tewas_tenggelam_di_Sungai_Oya_Gunungkidul.jpg)












