Ini Penyebab Bentrokan Pemuda di Maluku Tengah
Dikabarkan, satu orang tewas dan sejumlah orang luka-luka akibat bentrokan tersebut.

Dua kelompok pemuda bentrok di Maluku Tengah pada hari Lebaran Idulfitri, Senin (31/3). Dikabarkan, satu orang tewas dan sejumlah orang luka-luka akibat bentrokan tersebut.
Kabid Humas Maluku, Kombes Aries Aminullah mengungkapkan penyebab bentrokan pemuda itu. Dia mengatakan, bentrokan dipicu minuman beralkohol.
Dia menjelaskan, awalnya pemuda dari Desa Tulehu, Salahutu, Maluku Tengah, minum minuman beralkohol. Setelah itu, teman dari pemuda tersebut dianiaya pemuda dari Desa Tial.
Tak terima temannya dianiaya, pemuda asal Tulehu yang dalam keadaan mabuk mendatangi Desa Tial. Di sana, pemuda tersebut mendekati pelaku yang sedang duduk di atas motor dan bertanya dengan nada keras.
“Akhirnya terjadilah cekcok, ribut,” kata Aries saat dihubungi, Selasa (1/4).
Masyarakat Desa Tial yang melihat pertikaian itu tak tinggal diam. Ada yang menyerang pemuda Tulehu, namun ada juga yang mencoba melerai pertikaian.
“Sebenarnya bentrokan itu hanya penganiayaan saja, karena kebawa kepicu dari minuman saja,” jelasnya.
Situasi Sudah Kondusif
Aries memastikan, Reskrimum Polda Maluku Utara sudah melakukan penyelidikan terkait bentrokan tersebut.
Sebanyak empat orang yang diduga terlibat bentrokan sudah diamankan. Namun, dia enggan mengungkap identitas keempat orang tersebut.
“Sementara yang sudah diamankan 4 orang,” ujarnya.
Kapolda Maluku Utara sudah berkoordinasi dengan Pangdam dan Gubernur Maluku Utara untuk menangani bentrokan ini. Tokoh masyakarat baik dari Tulehu maupun Tial diajak untuk mendinginkan suasana.
“Akhirnya ada titik temu, Forkompinda termasuk Pemerintah Tial sama Tulehu menjamin bahwa situasi kondusif dan masyarakat bisa melaksanakan aktivitas seperti biasa,” katanya.
Minta Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi
Aries mengimbau masyarakat tak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang berkembang di masyarakat dan media sosial. Dia berharap masyarakat percaya pada informasi yang disampaikan instansi yang berwenang.
Dia juga mengingatkan masyakarat untuk bijak untuk bermedia sosial. Aries mengatakan, jika menyebarkan informasi yang memicu kegadugan, pengguna media sosial terancam UU ITE.
Dia memastikan, situasi di Desa Tulehu dan Tial saat ini sudah aman. Gubernur, Pangdam, Kapolda Maluku Utara hingga tokoh masyarakat sudah menangani masalah bentrokan dengan baik.
“Jadi masyarakat tidak usah takut, melaksanakan aktivitas seperti biasa,” ujarnya.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480103/original/031715700_1769041871-IMG_5557.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482811/original/027935300_1769254413-IMG_7051.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482788/original/034488500_1769250453-G_a6Q8XbYAAsm42.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482438/original/071932200_1769206214-Inter_Milan_vs_Pisa_lagi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5456635/original/096053100_1766912433-david.jpeg)



















