Kemensos Siapkan Beragam Bantuan Korban Banjir Banjar Kalsel, Pastikan Tak Ada yang Terlewat
Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan penyaluran beragam Bantuan Korban Banjir Banjar Kalsel, mulai dari santunan hingga pemulihan ekonomi, agar semua terdampak mendapatkan haknya.

Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia bersama pemerintah daerah setempat bergerak cepat menyiapkan berbagai macam bantuan esensial bagi ribuan warga yang terdampak banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel). Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap korban mendapatkan dukungan yang diperlukan dalam menghadapi bencana alam ini. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf secara langsung meninjau posko pengungsian korban banjir di Posko Puskesmas Sungai Tabuk, Banjar, pada Minggu, menegaskan komitmen pemerintah untuk membantu para korban.
Mensos Saifullah Yusuf menekankan pentingnya pemerataan bantuan, dengan menyatakan bahwa tidak boleh ada satu pun korban banjir yang terlewat dari jangkauan bantuan. Berbagai jenis dukungan telah disiapkan, yang penyalurannya akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah yang dialami oleh masing-masing keluarga. Hal ini menunjukkan pendekatan yang terukur dan responsif terhadap kebutuhan spesifik para penyintas banjir di wilayah tersebut.
Pemerintah berencana untuk melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi bagi rumah-rumah yang rusak akibat banjir, dengan prioritas diberikan kepada kerusakan yang paling parah. Bantuan yang disiapkan mencakup santunan untuk korban jiwa, bantuan tunai untuk luka berat, hingga dukungan jangka panjang untuk hunian dan pemulihan ekonomi. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Ragam Bantuan untuk Korban Terdampak Banjir Banjar Kalsel
Kemensos telah merinci sejumlah jenis Bantuan Korban Banjir Banjar Kalsel yang akan disalurkan kepada masyarakat terdampak. Bagi keluarga yang kehilangan anggota akibat bencana, ahli waris akan menerima santunan sebesar Rp15 juta. Sementara itu, korban yang mengalami luka berat akan mendapatkan bantuan tali asih senilai Rp5 juta sebagai bentuk dukungan awal.
Setelah masa darurat bencana berakhir, fokus bantuan akan beralih ke pemulihan hunian dan kebutuhan rumah tangga. Korban yang rumahnya mengalami kerusakan akan berhak atas bantuan hunian sementara atau hunian tetap, tergantung tingkat kerusakan. Selain itu, Kemensos juga menyiapkan bantuan alat-alat dapur dan perabotan rumah tangga senilai Rp3 juta per kepala keluarga (KK).
Tidak hanya itu, bantuan kebutuhan hidup juga menjadi prioritas. Kemensos akan menyalurkan bantuan lauk pauk dalam bentuk uang tunai sebesar Rp450 ribu per orang, yang akan diberikan selama tiga bulan berturut-turut. Ini berarti, jika satu keluarga terdiri dari empat orang, mereka akan menerima total Rp1,8 juta per bulan untuk kebutuhan lauk pauk, guna mendukung keberlangsungan hidup selama masa pemulihan.
Mekanisme Penyaluran dan Pemulihan Ekonomi Pasca-Banjir
Penyaluran Bantuan Korban Banjir Banjar Kalsel ini tidak serta-merta diberikan, melainkan melalui proses asesmen dan pendataan yang cermat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat akan melakukan pendataan untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan dan kebutuhan riil korban. Proses ini penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi kerusakan rumah yang dialami.
Setelah proses asesmen selesai dan korban menempati hunian sementara atau rumahnya diperbaiki, Kemensos akan menyalurkan bantuan perabotan rumah dalam bentuk uang tunai. Bantuan ini melengkapi dukungan yang telah diberikan sebelumnya, memastikan korban memiliki perlengkapan dasar untuk memulai kembali kehidupan mereka. Mensos Saifullah menekankan bahwa jenis bantuan disesuaikan dengan kondisi kerusakan rumah korban.
Lebih lanjut, untuk mendukung pemulihan ekonomi jangka panjang, Kemensos juga akan memberikan dukungan pemberdayaan keluarga. Bantuan senilai Rp5 juta per KK ini akan diberikan setelah proses asesmen lanjutan selesai dan korban telah pindah ke hunian sementara atau hunian tetap. Tujuannya adalah untuk membantu keluarga korban bangkit dan membangun kembali mata pencarian mereka setelah terdampak bencana banjir.
Selama masa tanggap darurat, Kemensos terus memastikan ketersediaan dan penyaluran bantuan logistik penting seperti makanan, pakaian, sembako, dan kebutuhan dasar lainnya. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam upaya distribusi bantuan ini, memastikan kebutuhan mendesak para korban terpenuhi secara berkelanjutan. Upaya kolaboratif ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam penanganan bencana.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)




















