Percepatan Pembangunan Hunian Sementara Aceh: BNPB Targetkan Rampung Sebelum Ramadan 2026
BNPB mempercepat pembangunan hunian sementara bagi korban banjir di Aceh Utara, menargetkan penyelesaian sebelum Ramadan 2026 untuk memastikan warga memiliki tempat tinggal layak dan aman.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus menggenjot pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Percepatan ini bertujuan agar unit-unit hunian dapat rampung dan siap huni sebelum bulan Ramadan 2026 tiba. Upaya ini merupakan langkah krusial untuk memastikan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal memiliki akomodasi yang aman dan layak.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB, Hery Setiono, pada Jumat lalu menyatakan bahwa fase pertama pembangunan mencakup 711 unit. Unit-unit ini tersebar di lima kecamatan berdasarkan data validasi yang telah disusun oleh pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Percepatan ini secara khusus berfokus pada pemenuhan kebutuhan warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah, hancur, atau bahkan hanyut akibat bencana.
Sebanyak 711 unit hunian tersebut sedang dibangun di Kecamatan Baktiya, Baktiya Barat, Dewantara, Sawang, dan Seunuddon. Proses konstruksi saat ini terus berjalan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. Ini menunjukkan komitmen BNPB dalam memberikan respons cepat terhadap kebutuhan mendesak para korban bencana.
Fokus Pembangunan dan Fasilitas Hunian Sementara
BNPB memprioritaskan pembangunan hunian sementara di beberapa wilayah terdampak parah banjir Aceh Utara. Di Kecamatan Seunuddon, sebanyak 84 unit hunian sementara fase pertama sedang dibangun di Desa Ulee Rubek Timur. Lokasi ini mencakup area sekitar 14 ribu meter persegi, menunjukkan skala pembangunan yang signifikan.
Setiap unit hunian dirancang dengan fasilitas dasar yang memadai untuk menjamin kenyamanan penghuni. Fasilitas tersebut meliputi area ruang keluarga, kamar mandi, sanitasi yang layak, sumur bor, serta sistem pengelolaan limbah sederhana. Penyediaan fasilitas ini diharapkan dapat mendukung kehidupan sehari-hari warga terdampak dengan lebih baik.
Kelengkapan fasilitas dasar ini merupakan bagian dari upaya BNPB untuk tidak hanya menyediakan tempat berlindung, tetapi juga memastikan kualitas hidup yang layak bagi para korban. Ini juga menjadi langkah mitigasi penting untuk mengurangi dampak lanjutan dari bencana.
Progres dan Kolaborasi Lintas Sektor
Hingga tanggal 15 Januari 2026, BNPB mencatat bahwa total 4.404 unit hunian sementara telah diproses di Aceh Utara. Angka ini menggambarkan besarnya cakupan upaya penanganan pascabencana di wilayah tersebut. Percepatan pembangunan ini didukung oleh kolaborasi lintas sektor yang kuat.
Pemerintah daerah dan masyarakat setempat turut aktif mendukung proses konstruksi. Sinergi ini menjadi kunci keberhasilan dalam mempercepat penyediaan hunian bagi warga. Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan semangat gotong royong dalam penanggulangan bencana.
Setelah penyelesaian fase pertama, BNPB akan melakukan proses validasi data terbaru. Validasi ini bertujuan untuk menentukan apakah masih diperlukan unit hunian sementara tambahan. Hal ini menunjukkan pendekatan yang adaptif dan berbasis data dalam setiap tahap penanganan bencana.
Opsi Pilihan Bagi Korban Terdampak
Selama periode transisi menuju hunian permanen, warga terdampak memiliki beberapa pilihan. Mereka dapat memilih untuk menempati unit hunian sementara yang telah disediakan. Opsi ini memberikan solusi langsung bagi mereka yang kehilangan rumah.
Alternatif lain yang ditawarkan adalah menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per bulan. DTH ini memberikan fleksibilitas bagi warga untuk mencari tempat tinggal sementara sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka sendiri.
Pilihan ini diberikan untuk menyesuaikan dengan kondisi dan keinginan masing-masing keluarga korban banjir. BNPB berkomitmen untuk memberikan solusi terbaik bagi pemulihan pascabencana, memastikan warga dapat memulai kembali kehidupan mereka dengan dukungan yang memadai.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5158422/original/012721900_1741665141-kata-kata-untuk-stop-bullying.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475190/original/073855700_1768554990-TPA_Benowo_mengubah_sampah_menjadi_energi_listrik.jpeg)













