Luapan Sungai Rendam Permukiman Warga Pekutatan
Hujan deras memicu banjir bandang di Banjar Pasar, Desa Pekutatan, Jembrana. BPBD menyalurkan bantuan dan mencatat sejumlah kerusakan rumah warga.

Hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir bandang di Banjar Pasar, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali, Kamis (15/1) sekitar pukul 18.00 WITA.
Luapan sungai membawa material lumpur yang menggenangi permukiman warga di kawasan tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, menyampaikan bahwa banjir menyebabkan kerusakan fisik pada sejumlah bangunan milik warga.
“Data kerusakan ini akan segera kami proses. Kami akan koordinasikan usulan perbaikannya, baik ke tingkat Provinsi, Kabupaten, maupun melalui sinergi dengan PMI. Kita akan lihat klasifikasi kerusakannya untuk menentukan skema bantuan yang paling tepat,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Jumat (16/1).
BPBD Salurkan Bantuan Darurat
Selain pendataan kerusakan, BPBD Jembrana juga menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.
Agus menyebutkan, bantuan diberikan sesuai skala prioritas berdasarkan standar operasional penanganan bencana.
“Untuk tahap awal, kami salurkan 46 paket sembako. Kami menyadari banyak warga yang berasnya terendam atau peralatan dapurnya belum bisa digunakan, sehingga bantuan logistik dasar ini menjadi sangat krusial,” ujarnya.
BPBD mencatat kerusakan meliputi dua unit dapur, satu kamar mandi, serta satu tembok penyeker milik warga akibat terjangan lumpur.
Bupati dan Wakil Bupati Tinjau Lokasi
Pada Jumat (16/1), I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Banjar Pasar, Desa Pekutatan.
Keduanya turut bergotong royong bersama warga membersihkan lumpur yang masuk ke rumah-rumah.
“Kehadiran kami di sini adalah bentuk tanggung jawab dan rasa kemanusiaan. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak sendirian menghadapi musibah ini,” kata Kembang.
Ia juga menekankan langkah penanganan awal difokuskan pada pemulihan lingkungan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga.
“Fokus utama kita hari ini adalah pembersihan lingkungan agar sirkulasi air kembali normal dan rumah warga layak ditempati kembali. Saya sudah perintahkan jajaran BPBD dan Dinas Sosial untuk standby, jangan sampai ada warga yang kelaparan karena perlengkapan masaknya rusak,” jelasnya.
Selain penanganan darurat, pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi terhadap sistem drainase di wilayah terdampak untuk mencegah kejadian serupa di kemudian hari.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481371/original/037143900_1769091608-Presiden_Prabowo_Subianto_di_WEF-3.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481376/original/075507400_1769092696-WhatsApp_Image_2026-01-22_at_21.15.44.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5212278/original/085926800_1746607936-Inter_Milan_vs_Barcelona-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478810/original/094393800_1768927580-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5456859/original/027443500_1766978470-Bahlil_Lahadalia.jpeg)

















