Menag Tegaskan Harmonisasi Agama dan Budaya Lokal Penting untuk Kedepankan Cinta
Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya Harmonisasi Agama dan Budaya lokal di Indonesia, menegaskan bahwa substansi agama selalu mengedepankan cinta dan tidak boleh mempertentangkan budaya.

Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, baru-baru ini menegaskan bahwa ajaran agama dan kearifan lokal masyarakat harus selalu berjalan seiring. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara penting di Pangkalpinang, yang menyoroti esensi ajaran agama yang selalu mengedepankan nilai-nilai kasih sayang.
Menurut Nasaruddin Umar, substansi agama manapun di Indonesia tidak boleh mempertentangkan dirinya dengan budaya lokal yang telah mengakar. Penegasan ini disampaikan saat peresmian Sekolah Tinggi Agama Konghucu Indonesia Negeri (Setiakin) pada Selasa sore, 18 November, di Pangkalpinang.
Beliau menekankan bahwa inti dari setiap ajaran agama adalah cinta, dan hal ini menjadi fondasi bagi kehidupan beragama yang harmonis di tengah keberagaman budaya. Oleh karena itu, penting bagi setiap penganut agama untuk memahami dan menghargai kearifan lokal sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa.
Agama dan Budaya Lokal: Pilar Persatuan Bangsa
Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa kearifan lokal, seperti yang terdapat dalam ajaran Konghucu, memiliki nilai-nilai luhur yang sejalan dengan ajaran agama lain. Ia mencontohkan tradisi penghormatan kepada orang tua dalam masyarakat Tionghoa, di mana orang tua dianggap sebagai sosok yang sangat dihormati.
“Tradisi masyarakat Tionghoa ini mencuci kaki orang tua, karena mereka menyakini bahwa doa orang tua itu menembus langit dan mereka juga yakin jika durhaka kepada orang tua maka tidak akan ada penghidupan yang layak dan ini sama dengan ajaran Islam dan agama lainnya,” ujar Nasaruddin Umar.
Kehadiran tradisi dan kearifan lokal semacam ini, menurutnya, sama halnya dengan kehadiran agama-agama besar di Indonesia seperti Islam, Buddha, Hindu, Kristen Katolik, dan Protestan. Semua elemen ini bertujuan untuk memberikan penguatan terhadap budaya-budaya dan kearifan lokal bangsa.
Dengan demikian, harmonisasi agama dan budaya menjadi kunci untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Setiap agama diharapkan dapat menjadi pilar yang memperkokoh nilai-nilai luhur yang telah ada dalam masyarakat.
Cinta sebagai Substansi Ajaran Agama
Menteri Agama lebih lanjut menegaskan bahwa agama apapun di Indonesia tidak boleh mempertentangkan budaya dan kearifan lokal karena substansi ajaran agama itu selalu mengedepankan cinta. Beliau menekankan bahwa di mana ada agama, di situ pasti ada cinta.
“Di mana ada agama maka di situ pasti ada cinta. Jadi kalau ada orang mengajarkan agama tetapi juga mengajarkan kebencian antar sesama dan itu bukan mengajarkan agama tetapi mengajarkan kebalikan dari ajaran agama tersebut,” tegasnya.
Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya toleransi dan saling menghargai antarumat beragama dan antarbudaya. Enam agama yang diakui di Indonesia diharapkan dapat bersama-sama terus memberikan akomodasi terhadap kearifan-kearifan lokal ini, menciptakan masyarakat yang damai dan harmonis.
Melalui pendekatan ini, agama tidak hanya menjadi pedoman spiritual, tetapi juga kekuatan pendorong untuk melestarikan dan memperkaya warisan budaya bangsa. Ini adalah langkah krusial dalam membangun identitas nasional yang kuat dan berlandaskan nilai-nilai luhur.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482441/original/024948900_1769210307-1001544126.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482440/original/041593200_1769209602-154379.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482439/original/097662000_1769208475-IMG-20260124-WA0005.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482423/original/007306000_1769187020-1000017452.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481427/original/032187300_1769130251-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_08.01.58.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482422/original/066428100_1769187014-IMG-20260123-WA0194.jpg)


















