Menteri Agama Ajak Perkuat Toleransi Antarumat Beragama di Maluku, Tekankan Persamaan
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar bertemu tokoh lintas agama di Maluku untuk perkuat toleransi antarumat beragama, menyerukan persatuan dan menyoroti pentingnya hati nurani dalam menemukan persamaan.

Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, melakukan kunjungan penting ke Provinsi Maluku pada Jumat (16/1). Kunjungan ini bertujuan untuk mengadakan pertemuan dengan para tokoh lintas agama di wilayah tersebut. Inisiatif ini diambil guna memperkuat persatuan serta toleransi antarumat beragama di Maluku, yang dikenal sebagai laboratorium kerukunan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa agama memiliki peran fundamental sebagai kekuatan pemersatu, bukan sumber perpecahan di tengah masyarakat. Pernyataan ini disampaikan di Ambon, menyoroti esensi ajaran agama yang membawa kedamaian.
Menteri Agama juga menyampaikan pentingnya "kurikulum cinta" dalam pengajaran agama. Menurutnya, mengajarkan agama tidak hanya tentang dogma, tetapi juga bagaimana agama dapat mendorong cinta kasih kepada sesama, termasuk mereka yang memiliki keyakinan berbeda.
Agama sebagai Energi Pemersatu Bangsa
Nasaruddin Umar menekankan bahwa jika setiap pemeluk agama menggunakan hati nurani, menemukan persamaan akan jauh lebih mudah daripada mencari perbedaan. Ia mempertanyakan mengapa agama harus menjadi faktor pembeda, padahal banyak nilai universal yang bisa menyatukan. Perspektif ini mengajak umat untuk melihat lebih dalam pada inti ajaran agama.
Agama, menurut Menteri Agama, memiliki dua potensi besar yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, agama bisa menjadi sumber energi konflik yang sangat mudah jika disalahgunakan atau dimaknai secara sempit. Namun, di sisi lain, agama juga merupakan kekuatan pemersatu yang dahsyat apabila dimaknai dengan benar dan bijaksana. Ini menunjukkan tanggung jawab besar para pemuka agama dan umatnya.
Menteri Agama mengajak seluruh umat beragama untuk lebih fokus pada persamaan yang ada di antara keyakinan mereka. Ia mencontohkan, konflik antara Islam dan Kristen dianggap tidak masuk akal karena sejarahnya bertemu pada figur yang sama, yaitu Ibrahim atau Abraham. Penekanan pada akar sejarah dan figur sentral ini diharapkan dapat membangun jembatan pemahaman.
Menghargai Perbedaan dan Kolaborasi Lintas Iman
Nasaruddin Umar juga mengajak umat beragama untuk tidak bersikap alergi terhadap perbedaan keyakinan. Ia mengingatkan agar tidak menumbuhkan kebencian atas nama ajaran agama, sebab semua agama mengajarkan cinta kasih dan penghormatan terhadap sesama manusia. Pesan ini relevan untuk menjaga kerukunan di tengah masyarakat majemuk.
Lebih lanjut, Menteri Agama menegaskan pentingnya kolaborasi antarumat beragama. Ia berpendapat bahwa pemahaman agama masih dangkal jika masih mempermasalahkan perbedaan jumlah atau kelompok. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan harmoni dan saling mendukung dalam pembangunan bangsa.
Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) periode 2025–2030, Pdt. Sacharias Izack Sapulette, turut memberikan pandangannya. Ia menyatakan bahwa perbedaan merupakan anugerah yang patut disyukuri bersama. Menurutnya, perbedaan itu indah dan agama di Maluku harus terus menjadi kekuatan yang merawat persaudaraan, bukan sebaliknya. Pandangan ini sejalan dengan semangat toleransi yang didorong oleh Menteri Agama.
Pdt. Sacharias Izack Sapulette juga mengapresiasi komitmen Menteri Agama dalam mendorong dialog lintas iman. Dialog semacam ini dianggap penting sebagai sarana untuk saling mengenal dan memahami satu sama lain. Pengalaman dialog ini krusial agar umat beragama tidak terjebak pada prasangka, melainkan hidup dalam semangat kebersamaan yang kuat. Pertemuan ini diharapkan semakin memperkokoh komitmen bersama seluruh tokoh agama di Maluku untuk menjaga harmoni, merawat toleransi, dan memperkuat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5158422/original/012721900_1741665141-kata-kata-untuk-stop-bullying.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475190/original/073855700_1768554990-TPA_Benowo_mengubah_sampah_menjadi_energi_listrik.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2818452/original/068180400_1559103065-Screenshot_2019-05-13-17-09-10-899_com.miui.videoplayer.jpg)













