Menteri Fadli Zon Dorong Warisan Budaya Jadi Penggerak Utama Ekonomi Kreatif Nasional
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan warisan budaya takbenda memiliki potensi besar untuk menghadirkan nilai ekonomi budaya sekaligus mendorong tumbuhnya industri kreatif nasional.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyoroti potensi besar warisan budaya takbenda Indonesia. Potensi ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama bagi ekonomi kreatif nasional. Penegasan ini disampaikan dalam upaya pemerintah untuk memaksimalkan nilai budaya.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Kebudayaan di Jakarta pada hari Senin, 16 Desember. Ia menekankan bahwa pengakuan terhadap warisan budaya tidak boleh berhenti pada aspek pelestarian saja. Budaya harus mampu memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat luas.
Pemanfaatan warisan budaya ini tidak hanya terbatas pada pencatatan atau pelestarian semata. Namun juga harus mampu menciptakan nilai tambah serta peluang usaha. Hal ini akan mendorong pertumbuhan industri kreatif di berbagai sektor.
Potensi Ekonomi dari Warisan Budaya Takbenda
Fadli Zon menegaskan bahwa warisan budaya takbenda memiliki kapasitas besar untuk menghadirkan nilai ekonomi budaya. Hal ini sekaligus mendorong pertumbuhan industri kreatif di seluruh penjuru negeri. Contoh nyata terlihat pada batik, yang setelah diakui sebagai warisan dunia, kini menjadi kebanggaan dan pendorong ekonomi.
“Sebagai contoh misalnya, ketika kita merayakan batik sebagai warisan budaya takbenda dunia, bahkan ada hari batik ya, orang sekarang bangga memakai batik," kata Fadli di Jakarta, Senin. Kebanggaan ini tidak hanya meningkatkan penggunaan batik. Namun juga menggerakkan roda ekonomi para perajin dan pelaku usaha terkait.
Selain batik, wastra dari berbagai daerah yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda Indonesia juga memiliki dampak serupa. Keberadaan wastra ini menjadi sumber kebanggaan lokal. Ini memicu tumbuhnya ekonomi budaya dan industri di masa depan. Dampaknya bahkan terasa hingga sektor hilir, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ekspresi budaya Nusantara seperti seni pertunjukan, tari-tarian, dan musik juga memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan. Daya tarik ini tidak hanya menguntungkan sektor pariwisata. Namun juga secara signifikan menggerakkan rantai ekonomi kreatif di tingkat lokal. “Jadi di hilirnya itu ada ekonomi kreatif, ada para wisata, ada UMKM, ada koperasi, dan lain-lain,” tegas Fadli.
Peran Pemerintah dalam Pelestarian dan Pemanfaatan
Menteri Fadli Zon menekankan bahwa peran pemerintah tidak sebatas mencatat dan menetapkan warisan budaya Indonesia. Lebih dari itu, pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk memelihara, melindungi, mengembangkan, serta memanfaatkan warisan tersebut secara berkelanjutan. Ini memastikan keberlangsungan dan relevansi budaya di era modern.
“Kita tidak ingin warisan budaya ini hanya sekadar tercatat, hanya sekadar ditetapkan, tetapi ingin bagaimana warisan budaya ini dikembangkan, dimanfaatkan dan dibina,” ujarnya. Pendekatan ini menunjukkan komitmen pemerintah. Tujuannya adalah menjadikan budaya sebagai aset hidup yang terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata.
Upaya pelestarian ini harus dibarengi dengan strategi pemanfaatan yang cerdas. Hal ini termasuk mendorong inovasi dalam produk budaya dan memfasilitasi akses pasar. Dengan demikian, warisan budaya dapat terus relevan dan menarik bagi generasi muda serta pasar global. Ini juga mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.
Indonesia di Tengah Tren Industri Kreatif Global
Tren global saat ini menunjukkan pertumbuhan pesat industri berbasis budaya dan kreativitas atau cultural creative industry (CCI). Fenomena ini juga dikenal sebagai ekonomi budaya. Kondisi tersebut dinilai sebagai peluang besar bagi Indonesia yang memiliki kekayaan budaya sangat beragam dan tak terbatas.
Fadli menjelaskan bahwa negara-negara maju yang tidak memiliki sumber daya alam melimpah justru berhasil mengekspor budayanya. Mereka menjadikan budaya sebagai komoditas utama dan soft power. Ini membuktikan bahwa budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi yang signifikan.
“Negara-negara maju yang tidak mempunyai sumber daya alam seperti kita, sekaya kita, mereka justru mengekspor budayanya, menjadikan budaya itu sebagai commodity, menjadikan budaya itu sebagai soft power," kata Fadli. Ia mencontohkan keberhasilan Hollywood di Amerika, Bollywood di India, serta Korean Hallyu atau Korean Wave dari Korea Selatan dengan drama dan K-pop mereka.
Keberhasilan negara-negara tersebut menunjukkan bahwa dengan strategi yang tepat, Indonesia juga dapat mengangkat warisan budayanya ke kancah global. Ini tidak hanya akan meningkatkan citra bangsa. Namun juga membuka pintu bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui sektor kreatif.
Strategi Pengembangan dan Hilirisasi Budaya
Fadli Zon juga mengajak seluruh elemen masyarakat, komunitas, seniman, dan pegiat budaya untuk bersama-sama menjadikan warisan budaya takbenda sebagai potensi ekonomi. Salah satu caranya adalah melalui hilirisasi budaya. Ini berarti mengubah nilai budaya menjadi produk atau jasa bernilai ekonomi tinggi.
Hilirisasi budaya mencakup berbagai aspek, mulai dari pengembangan produk, pemasaran, hingga penciptaan ekosistem yang mendukung. Dengan demikian, warisan budaya dapat terus hidup dan berkembang. Ini juga menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
Menteri berharap berbagai warisan budaya Indonesia, baik yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia maupun yang diakui UNESCO, dapat tumbuh menjadi ekosistem berkelanjutan. Ekosistem ini akan melibatkan banyak pihak dan memberikan dampak positif secara berkesinambungan.
Promosi yang konsisten dan keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama agar warisan budaya Indonesia semakin dikenal dan dimanfaatkan secara luas. Contohnya adalah batik yang kini semakin digemari dan digunakan dalam berbagai kesempatan. Ini menunjukkan bahwa dengan upaya kolektif, budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi yang tak terbantahkan.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/4732017/original/005456000_1706775183-000_347D8B7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469168/original/095352500_1768083462-000_92B72MK.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475693/original/008495600_1768641306-IMG_6770.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)


















