Menteri LH: Dataran Tinggi Hutan Solusi Efektif Cegah Bencana Longsor
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyoroti pentingnya mengubah fungsi lahan dataran tinggi menjadi hutan, bukan palawija, sebagai solusi efektif mencegah bencana longsor.

Menteri Lingkungan HidupHanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa kawasan dataran tinggi sebaiknya difungsikan sebagai hutan. Hal ini lebih baik daripada ditanami palawija atau hortikultura.
Pernyataan ini disampaikan untuk menghindari ancaman bencana alam, khususnya tanah longsor. Risiko bencana meningkat jika dataran tinggi ditanami jenis tanaman semusim.
Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan pandangannya ini setelah meninjau pengelolaan sampah di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Pernyataan tersebut juga menanggapi masalah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Ancaman Bencana di Dataran Tinggi Akibat Tanaman Palawija
Kecenderungan dataran tinggi saat ini banyak ditanami jenis tanaman subtropis, seperti kentang, kol, dan paprika. Tanaman-tanaman ini membutuhkan lahan dengan ketinggian 800-2.000 meter di atas permukaan laut.
Penanaman jenis hortikultura di dataran tinggi ini didasari oleh kebutuhan pangan masyarakat terhadap jenis pangan tersebut. Namun, hal ini membawa dampak bahaya yang lebih tinggi, terutama ancaman tanah longsor.
Menteri Lingkungan Hidup mengimbau agar masyarakat memikirkan ulang pola makan dan mengurangi konsumsi tanaman subtropis yang sebenarnya bukan endemik Indonesia.
Mengembalikan Fungsi Dataran Tinggi Hutan untuk Mitigasi
Untuk menghindari risiko bencana besar seperti tanah longsor, Hanif Faisol Nurofiq menyarankan agar lahan dataran tinggi diubah menjadi kawasan hutan. Jika menjadi hutan, tentu akan mampu mencegah sesuatu yang tidak diinginkan.
Sebaiknya, lahan dataran tinggi ditanami dengan jenis tanaman sesuai dengan karakteristik asli Indonesia. Tanaman endemik ini tidak memerlukan tempat tumbuh yang tinggi dan lebih sesuai dengan ekosistem lokal.
Pandangan ini diperkuat dengan adanya tanah longsor di Bukit Burangrang, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Di lokasi tersebut, batasan antara hutan dengan permukiman warga terdapat lahan yang ditanami jenis tanaman semusim atau hortikultura.
Manfaat Dataran Tinggi Hutan bagi Lingkungan dan Kehidupan
Transformasi lahan dataran tinggi menjadi kawasan hutan memiliki manfaat signifikan dalam mitigasi bencana. Hutan berperan penting dalam menjaga stabilitas tanah, mengurangi erosi, dan menyerap air hujan, sehingga meminimalkan risiko tanah longsor.
Selain mencegah bencana, keberadaan dataran tinggi hutan juga mendukung keanekaragaman hayati. Hutan menyediakan habitat bagi berbagai flora dan fauna, menjaga keseimbangan ekosistem, serta berkontribusi pada kualitas udara yang lebih baik.
Dengan mengembalikan fungsi lahan sesuai peruntukannya, kita tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga menjamin keberlanjutan sumber daya alam dan keselamatan masyarakat dari ancaman bencana alam.
Sumber: AntaraNews



























:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523436/original/088155600_1772816651-1001064690.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)

















