Menteri PPPA: Penyesuaian Metode Belajar SMAN 72 Pasca Insiden Ledakan
Menteri PPPA merekomendasikan penyesuaian metode belajar di SMAN 72 Jakarta Utara pasca insiden ledakan, demi pemulihan psikologis siswa, guru, dan orang tua.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, merekomendasikan penyesuaian metode belajar di SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Keputusan ini diambil menyusul insiden ledakan yang terjadi di lingkungan sekolah tersebut pada Jumat (7/11). Proses belajar-mengajar akan tetap berjalan, namun dengan pendekatan yang disesuaikan untuk mendukung kondisi psikologis seluruh pihak terkait.
Arifah Fauzi menyampaikan hal ini saat ditemui di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta, Sabtu malam. Kementerian PPPA bersama kementerian/lembaga terkait serta Pemerintah Provinsi Jakarta sedang merumuskan pola pembelajaran terbaik. Pola tersebut diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan psikologis siswa, guru, dan juga orang tua pasca kejadian.
Pembahasan lebih lanjut mengenai sistem terbaik yang akan diterapkan dijadwalkan pada Minggu (9/11) untuk implementasi mulai Senin. Menteri Arifah menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan, tidak hanya sesaat. Pendampingan ini akan mencakup pemulihan psikologis anak, orang tua, dan tenaga kependidikan secara komprehensif.
Pendampingan Psikologis dan Pola Belajar Baru
Kementerian PPPA menegaskan komitmennya untuk memberikan pendampingan psikologis yang menyeluruh bagi komunitas SMAN 72. Pendampingan ini tidak hanya berfokus pada siswa, tetapi juga mencakup orang tua dan para tenaga kependidikan. Tujuannya adalah memastikan pemulihan trauma dan stabilitas emosional dapat tercapai secara berkelanjutan.
Arifah Fauzi mengungkapkan bahwa insiden tersebut memberikan dampak emosional yang signifikan. "Iya, iya, kami ini pendampingan - pemulihan, itu penting, saya yang anaknya tidak bersekolah di situ saja merasakan berat, apalagi para orang tua dan guru di sana,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan empati mendalam terhadap kondisi yang dialami oleh seluruh elemen sekolah.
Diskusi intensif sedang berlangsung untuk menentukan metode dan cara pembelajaran yang paling efektif. Penyesuaian ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Dengan demikian, siswa dapat kembali fokus pada pendidikan tanpa terbebani oleh trauma insiden ledakan.
Kronologi Insiden Ledakan dan Penanganan Korban
Insiden ledakan yang menjadi latar belakang penyesuaian metode belajar ini terjadi pada Jumat (7/11) sekitar pukul 12.15 WIB. Ledakan tersebut berlangsung di lingkungan SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, tepatnya di dalam kompleks Kodamar TNI Angkatan Laut (AL).
Menurut keterangan saksi mata, ledakan pertama terdengar saat siswa dan guru sedang melaksanakan salat Jumat di masjid sekolah. Tak lama berselang, ledakan kedua menyusul, yang diduga berasal dari arah berbeda. Kejadian ini sontak menimbulkan kepanikan dan menyebabkan sejumlah korban luka.
Data dari Posko Pelayanan Polri di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih mencatat total 96 korban ledakan hingga Sabtu siang pukul 10.30 WIB. Para korban tersebut dirawat di tiga rumah sakit di wilayah Jakarta Pusat:
- RS Islam Cempaka Putih: 43 pasien (14 rawat inap, 29 sudah pulang)
- RS Yarsi: 15 pasien (14 rawat inap, 1 sudah dipulangkan)
- RS Pertamina Jaya: 7 pasien (1 masih dirawat)
Secara keseluruhan, 67 pasien telah diperbolehkan pulang, sementara 29 orang lainnya masih menjalani perawatan medis. Penanganan medis dan pemulihan pasca-insiden terus diupayakan oleh berbagai pihak terkait.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482946/original/054584800_1769303572-bantuan_logistik_di_Cisarua_KBB.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482945/original/014554700_1769302563-KPK_geledah_kantor_koperasi_terkait_kasus_Bupati_Pati_Sudewo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4255388/original/099094100_1670573986-20221209-Cuaca-Ekstrem-Faizal-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482941/original/040039000_1769300522-Angin_kencang_merusak_sejumlah_lapak_pedagang_di_Sukabumi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482938/original/081714600_1769299677-Hogi_dan_Arsita.webp)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4909346/original/009920900_1722820620-lulalahfah_1722515281_3425028883076168366_199618161.jpg)

















