Pemerintah Percepat Pemulihan Layanan Kesehatan Pascabencana di Sumatra
Menkes Budi Gunadi Sadikin menuturkan pemerintah terus mempercepat pemulihan layanan kesehatan di wilayah yang terdampak bencana Sumatra.

Pemerintah terus mempercepat pemulihan layanan kesehatan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh fasilitas kesehatan terdampak menjadi prioritas utama sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut disampaikan Menkes saat konferensi pers bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu, (07/01).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, dari total 130 rumah sakit di tiga provinsi terdampak, sebanyak 87 rumah sakit mengalami dampak banjir, dan 9 di antaranya sempat berhenti total beroperasi akibat kerusakan parah.
“Tahap pertama yang kami lakukan adalah memulihkan layanan kesehatan di rumah sakit karena ini layanan yang paling kritikal dan life-saving,” ujar Budi Gunadi Sadikin dalam paparannya.
Beroperasi dalam Dua Pekan
Sembilan rumah sakit yang sempat berhenti beroperasi terdiri dari 1 rumah sakit di Sumatera Utara (RS Tanjung Pura, Langkat) dan 8 rumah sakit di Aceh.
Melalui koordinasi Kementerian Kesehatan bersama TNI, Polri, BNPB, dan pemerintah daerah, seluruh rumah sakit tersebut kembali melayani pasien dalam waktu dua minggu sejak bencana terjadi.
“Dalam dua minggu, seluruh rumah sakit yang sempat berhenti total sudah bisa kembali menerima pasien, meskipun belum 100 persen normal,” kata Menkes.
Beberapa rumah sakit rujukan bahkan telah kembali mengoperasikan layanan kritis seperti hemodialisa (cuci darah) yang menjadi prioritas karena bersifat menyelamatkan nyawa.
4.000 Relawan Kesehatan Dikerahkan
Memasuki tahap kedua, Kementerian Kesehatan fokus memulihkan layanan di 867 puskesmas yang terdampak, dengan 152 puskesmas sempat berhenti beroperasi akibat terendam banjir dan rusak berat.
“Alhamdulillah, sampai awal Januari 2026, tinggal tiga puskesmas yang belum bisa beroperasi,” ujar Budi.
Untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan, Kemenkes telah mengerahkan lebih dari 4.000 relawan kesehatan dari berbagai unsur, termasuk tenaga medis pemerintah, TNI-Polri, rumah sakit pendidikan, perguruan tinggi, organisasi profesi.
“Setiap saat ada 700 sampai 900 relawan kesehatan yang bertugas di lapangan, terutama di posko-posko pengungsian dan daerah terisolasi,” jelas Menkes.
Psikolog Klinis
Selain kesehatan fisik, Kemenkes juga menurunkan psikolog klinis untuk menangani trauma masyarakat, khususnya anak-anak korban bencana.
Saat ini, pemerintah telah memasuki tahap ketiga, yakni pemulihan penuh menuju kondisi normal, termasuk perbaikan alat kesehatan, ambulans, laboratorium puskesmas, hingga penyediaan air bersih. Menkes menargetkan seluruh layanan kesehatan di tiga provinsi terdampak pulih sepenuhnya paling lambat akhir Maret 2026.
“Masalah kesehatan tidak bisa dikerjakan sendiri. Ini harus gotong royong, dan Indonesia punya modal sosial yang sangat kuat,” pungkas Budi Gunadi Sadikin.
Reporter Magang: Mochamad Aidil Akbar





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/3010346/original/016070500_1577860835-20200101-Banjir-Kawasan-Grogol-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483368/original/095631300_1769387715-Penemuan_bangkai_diduga_Harimau_Sumatera.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483221/original/012106600_1769345016-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483341/original/030961800_1769382685-Pembangunan_di_atas_danau_di_Depok.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/679846/original/ilustrasi-penganiayaan-140520-andri.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483329/original/055706900_1769381070-Eks_Napiter_di_Lampung_berinisial_JMD.jpg)






















