Pemkab Jepara Buka Jalur Alternatif Cegah Warga Terisolasi Longsor
Pemerintah Kabupaten Jepara berupaya keras membuka jalur alternatif untuk mengatasi isolasi ribuan warga Desa Tempur setelah akses utama terputus akibat longsor.

Pemerintah Kabupaten Jepara bergerak cepat membuka jalur alternatif Medono-Kadalan di Kecamatan Keling. Langkah ini diambil menyusul bencana tanah longsor yang memutus akses utama Desa Tempur sejak Jumat lalu. Ribuan warga kini terisolasi dan membutuhkan bantuan segera.
Camat Keling, Lulut Andi Andriyanto, menjelaskan bahwa asesmen jalur alternatif sedang dilakukan oleh tim gabungan. Tujuannya adalah memastikan kelayakan rute baru sebagai akses darurat bagi masyarakat terdampak. Kondisi cuaca yang masih hujan sedang dan angin kencang menjadi tantangan tersendiri dalam upaya penanganan.
Bencana longsor ini menyebabkan 3.522 jiwa dari 1.445 Kepala Keluarga di Desa Tempur terisolasi total. Sebanyak 18 titik longsor dengan kerusakan parah teridentifikasi. Ini memutus jalur keluar masuk desa dan menghambat distribusi logistik.
Upaya Pembukaan Jalur Alternatif dan Penanganan Lapangan
Pemerintah Kabupaten Jepara, melalui Camat Keling, Lulut Andi Andriyanto, mengonfirmasi upaya pembukaan jalur alternatif Medono-Kadalan. Jalur ini dipilih karena tidak melewati titik-titik longsor yang rawan. Asesmen kelayakan sedang dilakukan oleh Jip Tanbu Community (JTC), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta para relawan untuk memastikan keamanan dan fungsionalitasnya.
Meskipun alat berat diistirahatkan pada Minggu (11/1), fokus penanganan dialihkan pada pembersihan material longsor secara manual. Kegiatan ini dilakukan di sepanjang jalur Kaliombo-Tempur, melibatkan pemerintah desa, Destana Tempur, dan berbagai relawan. Jalur Damarwulan-Kaliombo dan Medani-Kaliombo dilaporkan sudah bisa dilalui, namun dengan kewaspadaan tinggi terhadap potensi longsor susulan.
Koordinasi lintas wilayah dan instansi terus diintensifkan. Camat Cluwak, Kabupaten Pati, bahkan mengupayakan dukungan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pati. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat pembersihan kembali jalur Medani-Kaliombo yang vital.
Distribusi Logistik dan Kebutuhan Mendesak
Penanganan logistik menjadi prioritas utama untuk warga dan relawan di lapangan. Dapur umum yang didirikan menerima suplai dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades), Palang Merah Indonesia (PMI), dan BPBD. Sebanyak 100 paket makanan disediakan untuk sarapan dan 400 paket untuk makan siang bagi para relawan yang bekerja di lapangan. Proses distribusi bantuan tersebut masih berlangsung secara estafet.
Kebutuhan mendesak lainnya adalah Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mengoperasikan generator set (genset), mengingat aliran listrik dari PLN belum dapat dipulihkan. Yayasan Al Fitroh telah menyalurkan 100 liter BBM, sementara bantuan tambahan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) direncanakan menyusul pada sore hari. Ketersediaan energi sangat krusial untuk operasional posko dan komunikasi.
Pemerintah kecamatan juga telah menyiapkan pos logistik terpisah yang digabung dengan posko kesehatan dan posko relawan. Penyatuan posko ini bertujuan mempermudah koordinasi dan distribusi bantuan secara efisien. Donasi dari masyarakat difasilitasi melalui sistem satu pintu guna memastikan penyaluran yang tepat sasaran dan akuntabel.
Dampak Bencana Longsor dan Upaya Pemulihan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara mencatat bahwa 3.522 jiwa dari 1.445 Kepala Keluarga di Desa Tempur masih terisolasi total. Kondisi ini terjadi setelah akses jalan utama terputus akibat longsor di sejumlah titik. Data ini menunjukkan skala dampak bencana yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat setempat.
Hasil asesmen awal BPBD Jepara mengidentifikasi 18 titik longsor dengan karakteristik rusak berat hingga kritis pada Jumat (9/1). Bencana ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Pemutusan akses total ini tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga berpotensi mengganggu pasokan kebutuhan dasar.
Kepala Desa Tempur telah membuka dapur umum dan mengajukan permintaan bantuan logistik yang segera direspons oleh tim logistik gabungan BPBD, Dinsospermades, dan PMI. Sinergi antara pemerintah desa, BPBD, Dinsospermades, dan PMI menjadi kunci dalam memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi selama masa isolasi. Upaya pemulihan akses dan kehidupan normal terus diupayakan secara maksimal.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475809/original/032406400_1768655848-IMG_20260117_083259.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475808/original/013591300_1768655186-1001517114.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475805/original/035346900_1768654776-215663.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475804/original/020764700_1768654307-IMG_6777.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475801/original/084943600_1768652673-Banjir_Pemalang.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475773/original/014572800_1768649118-Pesawat_ATR_42-500.png)











