Pemkot Bengkulu Tegas Larang Warga Minta Sumbangan di Lokasi Banjir, Jamin Ketertiban Umum
Pemerintah Kota Bengkulu mengeluarkan **Larangan Sumbangan Banjir Bengkulu** di area terdampak, menyusul laporan gangguan ketertiban dan kemacetan, sembari terus menyalurkan bantuan bagi korban.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu telah mengeluarkan larangan tegas bagi masyarakat untuk meminta sumbangan kepada pengendara yang melintas di lokasi atau kawasan terdampak banjir. Kebijakan ini diberlakukan khususnya di jalan alternatif Kelurahan Rawa Makmur, menyusul laporan adanya oknum warga yang melakukan pungutan liar.
Langkah ini diambil setelah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Bengkulu menerima aduan dari sejumlah pengendara yang merasa terganggu dengan aktivitas tersebut. Praktik meminta sumbangan tanpa izin ini tidak hanya melanggar peraturan daerah, tetapi juga menimbulkan kemacetan dan mengganggu ketentraman warga yang tengah menghadapi musibah banjir.
Banjir di Kota Bengkulu sendiri terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis malam, 1 Januari 2026. Pemkot Bengkulu, melalui berbagai dinas terkait, telah bergerak cepat untuk memberikan bantuan dan mendirikan fasilitas darurat bagi warga yang terdampak.
Tindakan Tegas Satpol-PP Atasi Pungutan Liar di Lokasi Banjir
Kasatpol-PP Kota Bengkulu, Sahat Marilutua Situmorang, menegaskan bahwa tindakan meminta sumbangan tanpa izin merupakan pelanggaran peraturan daerah. Ia menyatakan, "Satpol PP salah satunya menegakkan peraturan daerah (Perda), meminta sumbangan tanpa izin itu tidak boleh. Selain itu, kegiatan tersebut juga sudah mengganggu ketentraman masyarakat." Praktik ini dinilai menciptakan ketidaknyamanan dan potensi gangguan ketertiban umum di tengah situasi darurat.
Adanya aksi meminta sumbangan liar di lokasi banjir ini tidak hanya mengganggu psikologis warga, tetapi juga secara fisik menyebabkan kemacetan parah. Terutama di jalur alternatif yang seharusnya menjadi solusi kelancaran lalu lintas, justru terhambat oleh aktivitas tersebut. Kondisi ini memperparah kesulitan akses bagi warga maupun tim bantuan yang hendak melintas.
Menanggapi laporan tersebut, personel Satpol-PP Kota Bengkulu segera diterjunkan ke lokasi terdampak banjir untuk melakukan penertiban. Mereka kini bersiaga penuh guna memastikan tidak ada lagi oknum warga yang kembali meminta sumbangan kepada para pengendara. Situmorang mengungkapkan, "Begitu kami datang, orang-orang yang membawa kardus itu menghilang. Ini menunjukkan memang ada pelanggaran dan potensi gangguan ketertiban." Hal ini mengindikasikan adanya kesadaran akan pelanggaran yang dilakukan.
Respons Cepat Pemkot Bengkulu dan Bantuan untuk Korban Banjir
Di samping penertiban, Pemkot Bengkulu juga telah mengambil langkah cepat dalam penanganan dampak banjir dengan mendirikan tenda pengungsian di beberapa titik. Selain itu, mobil dapur umum dan perahu karet juga telah dikirimkan ke lokasi-lokasi yang paling parah terdampak banjir. Bantuan ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi selama masa darurat.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, I Made Ardana, menjelaskan bahwa tim sudah berkumpul di Perumahan Korpri, salah satu kawasan dengan dampak banjir terparah. "Dari BPBD dan Tagana sudah siaga di lokasi untuk memberikan bantuan," sebut Made. Kesiapsiagaan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam merespons cepat bencana.
Beberapa daerah yang terendam banjir di Kota Bengkulu meliputi Perumahan Korpri Kelurahan Bentiring, Perumahan Ejuka Kelurahan Bentiring, Jalan Tanggul Gang Merpati II Kelurahan Rawa Makmur, RT 7 Kelurahan Semarang, serta Kelurahan Tanjung Jaya. Genangan air yang tinggi menyebabkan puluhan rumah terendam dan akses jalan di Kelurahan Rawa Makmur terpaksa ditutup total, tidak dapat dilalui kendaraan.
BPBD Kota Bengkulu bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), Dinas Sosial, Satpol PP, serta tim Taruna Siaga Bencana (Tagana), terus berkoordinasi. Mereka bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan, termasuk mendirikan tenda pengungsian dan mengerahkan mobil dapur umum beserta peralatan pendukung.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475812/original/099904100_1768657086-Serpihan.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432495/original/005614800_1764809441-000_86ZV73K.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462366/original/095961900_1767572953-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475849/original/036253300_1768664192-20260117_192835.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475854/original/014289600_1768664377-114456.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475845/original/086013600_1768663765-114070.jpg)













