Pemkot Kediri Kuatkan Penguatan Psikososial Perempuan Kepala Keluarga Lewat Program PEKKA
Pemerintah Kota Kediri meluncurkan program Penguatan Psikososial Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) untuk mendukung pemulihan emosional dan mental serta kemandirian ekonomi para perempuan.

Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, terus berkomitmen dalam mendukung peran perempuan di masyarakat. Salah satu inisiatif terbaru adalah penguatan psikososial bagi perempuan melalui program khusus bernama Penguatan Psikososial bagi Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA). Program ini dirancang untuk memberikan dukungan emosional dan mental yang sangat dibutuhkan oleh perempuan, khususnya mereka yang memegang peran sebagai kepala keluarga.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menjelaskan bahwa kegiatan ini membuka ruang bagi perempuan kepala keluarga untuk melakukan pemulihan emosional dan mental. Perempuan seringkali memikul banyak peran, yang terkadang dapat menimbulkan kelelahan emosional dan mental yang signifikan. Oleh karena itu, dukungan psikososial menjadi krusial untuk menjaga kesejahteraan mereka.
Program PEKKA tidak hanya berfokus pada aspek psikologis, tetapi juga bertujuan untuk membangun jejaring antarperempuan kepala keluarga. Inisiatif ini merupakan upaya nyata dari Pemkot Kediri agar mereka dapat berkembang, berdaya, dan menjadi pilar yang kuat bagi keluarga dan komunitasnya. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.
Pentingnya Dukungan Psikososial bagi Perempuan Kepala Keluarga
Perempuan kepala keluarga memikul tanggung jawab ganda yang tidak mudah dalam kehidupan sehari-hari. Selain harus bertanggung jawab atas aspek ekonomi keluarga, mereka juga memiliki peran penting dalam mengasuh dan mendidik anak-anak. Di sisi lain, menjaga keharmonisan keluarga juga menjadi salah satu tugas utama yang harus mereka emban.
Wali Kota Vinanda Prameswati menekankan kompleksitas peran ini, mengatakan, "Perempuan kepala keluarga ini memiliki peran tidak mudah. Selain punya tanggung jawab ekonomi juga memiliki tanggung jawab mengasuh dan mendidik anak. Di sisi lain perempuan kepala keluarga juga harus menjaga keharmonisan keluarga." Kondisi ini seringkali menuntut kekuatan mental dan emosional yang luar biasa dari para perempuan.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, penguatan psikososial dalam program PEKKA diberikan langsung oleh seorang psikolog dan dosen dari UIN Syech Wasil Kediri, Tatik Imadatus. Kehadiran ahli profesional ini memastikan bahwa dukungan yang diberikan berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan para peserta, membantu mereka mengelola stres dan tantangan hidup.
Membangun Jejaring dan Kemandirian Ekonomi Melalui PEKKA
Program PEKKA juga berfungsi sebagai wadah penting bagi perempuan kepala keluarga untuk saling berbagi pengalaman dan membangun jejaring. Interaksi antarpeserta diharapkan dapat menciptakan komunitas yang saling mendukung, di mana mereka bisa menemukan solusi bersama dan menguatkan satu sama lain dalam menghadapi berbagai persoalan.
Wali Kota berharap agar para peserta dapat menyerap informasi yang diberikan dan memanfaatkannya bagi diri sendiri serta orang lain. "Nanti silakan bertanya dengan narasumber sepuasnya. Untuk ilmu-ilmu yang nantinya didapatkan bisa ditularkan ke teman-temannya. Di sini juga bisa berbagi antarsesama agar bisa mengambil keputusan yang terbaik dalam keluarga," ujarnya, mendorong partisipasi aktif.
Ke depan, Pemkot Kediri berencana untuk mendata seluruh perempuan kepala keluarga di wilayahnya. Data ini akan menjadi dasar untuk merancang pelatihan dan program pemberdayaan yang lebih terarah dan kolaboratif dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. Pelatihan dan pemberdayaan ini sangat penting untuk meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan kepala keluarga, memberikan mereka bekal untuk masa depan yang lebih baik.
Harapan dan Partisipasi Peserta Program PEKKA
Kegiatan penguatan psikososial ini diikuti oleh 100 perempuan kepala keluarga yang merupakan perwakilan dari berbagai kelurahan di Kota Kediri. Partisipasi yang tinggi ini menunjukkan antusiasme dan kebutuhan nyata akan program semacam ini di kalangan masyarakat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri, Muhammad Fajri Mubasysyir, menyampaikan harapannya. "Kami berharap dengan kegiatan ini perempuan kepala keluarga dapat memperkuat ketahanan mental dan mengelola psikologisnya," katanya, menegaskan tujuan utama program ini.
Turut hadir dalam kegiatan penting ini antara lain Wakil Wali Kota Kediri K.H. Qowimuddin Thoha, Ketua TP PKK Kota Kediri Faiqoh Azizah Muhammad Qowimuddin, serta perwakilan dari OPD terkait dan tamu undangan lainnya. Kehadiran para pejabat menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap inisiatif pemberdayaan perempuan ini.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482938/original/081714600_1769299677-Hogi_dan_Arsita.webp)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482937/original/067040800_1769297894-Bendera_PDIP_berkibar_di_depan_kantor_PPP_Tuban.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482936/original/079259800_1769297387-Wakil_Menteri_Perlindungan_Pekerja_Migran_Indonesia__P2MI___Dzulfikar_Ahmad_Tawalla.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482934/original/022637500_1769296527-Motor_terduga_pelaku_perampokan_di_Lampung.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1953505/original/071520100_1519978843-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482933/original/040680200_1769295761-Pelajar_tewas_tenggelam_di_Sungai_Oya_Gunungkidul.jpg)






