Pengungsi Banjir Serdang Bedagai Butuh Bantuan Selimut dan Obat-obatan Mendesak
Sekitar 30 kepala keluarga pengungsi banjir di Serdang Bedagai, Sumatera Utara, sangat membutuhkan bantuan selimut dan obat-obatan setelah empat hari bertahan di posko pengungsian.

Bencana banjir yang melanda wilayah Serdang Bedagai, Sumatera Utara, telah memaksa puluhan kepala keluarga mengungsi dari rumah mereka. Sekitar 30 Kepala Keluarga (KK) warga Dusun V, Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Seirampah, kini bertahan di posko pengungsian mushola SMK 1 Sei Rampah.
Setelah empat hari mengungsi akibat rumah mereka terendam banjir sejak Kamis (27/11), para pengungsi menghadapi tantangan serius. Mereka sangat membutuhkan bantuan esensial berupa selimut dan obat-obatan untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan di tengah kondisi yang serba terbatas.
Kondisi ini diperparah dengan kesulitan akses ke fasilitas medis. Meskipun ada posko medis, lokasinya yang jauh dan terbatasnya transportasi membuat pengungsi sulit menjangkaunya, sehingga bantuan selimut dan obat-obatan menjadi prioritas utama.
Kebutuhan Mendesak di Posko Pengungsian
Para pengungsi di Serdang Bedagai menghadapi berbagai masalah kesehatan dan kenyamanan selama berada di posko. Saleh (45), salah satu pengungsi, telah mengalami gatal-gatal di sekujur tubuhnya setelah empat hari mengungsi. Ia mengungkapkan, "Ada posko medis, namun sangat jauh kami mau keluar perahu terbatas, berharap tim medis yang memantau datang ke lokasi kami ini."
Selain gatal-gatal, dinginnya malam dan serangan nyamuk juga menjadi keluhan utama. Titin (45) menyoroti kebutuhan mendesak akan selimut dan obat-obatan, termasuk obat masuk angin dan anti nyamuk. "Kami butuh selimut kalau malam dingin, nyamuk banyak, kasihan anak-anak kami juga udah mulai masuk angin," paparnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun pasokan makanan masih aman berkat bantuan relawan, aspek kesehatan dan perlindungan dari cuaca dingin serta serangga menjadi perhatian serius bagi para pengungsi banjir. Bantuan selimut dan obat-obatan sangat krusial untuk mencegah penyakit lebih lanjut.
Respons dan Upaya Penanganan Kesehatan Pengungsi
Menanggapi kebutuhan mendesak para pengungsi banjir di Serdang Bedagai, pihak berwenang mulai mengambil langkah. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai, dr. Yohnly B Dachban, menyatakan bahwa pihaknya telah mendirikan dua posko khusus di Seirampah untuk melayani kebutuhan medis.
Dr. Yohnly B Dachban juga memastikan bahwa tim medis akan segera bergerak menuju lokasi pengungsian. "Kita persiapkan dulu obat-obat dan akan diterobos ke lokasi pengungsi tersebut," ujarnya. Upaya ini diharapkan dapat mengatasi kendala akses transportasi yang dialami pengungsi.
Dengan adanya respons cepat dari Dinas Kesehatan, diharapkan bantuan medis dan obat-obatan dapat segera menjangkau 30 KK pengungsi. Penanganan kesehatan yang tepat waktu sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit dan menjaga kondisi para pengungsi tetap stabil selama masa darurat banjir ini.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475812/original/099904100_1768657086-Serpihan.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432495/original/005614800_1764809441-000_86ZV73K.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462366/original/095961900_1767572953-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475849/original/036253300_1768664192-20260117_192835.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475854/original/014289600_1768664377-114456.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475845/original/086013600_1768663765-114070.jpg)










