Warga Apresiasi Percepatan Pembangunan Huntara Aceh Tamiang Pasca Banjir Bandang
Masyarakat Aceh Tamiang menyambut baik percepatan pembangunan huntara Aceh Tamiang oleh pemerintah pusat, memberikan harapan baru bagi penyintas banjir bandang yang kehilangan tempat tinggal.

Percepatan Pembangunan Huntara Aceh Tamiang: Harapan Baru bagi Korban Banjir
Masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, menyatakan apresiasi tinggi terhadap langkah cepat pemerintah pusat dalam merealisasikan pembangunan hunian sementara (huntara) atau rumah sementara. Inisiatif ini menjadi angin segar bagi ribuan warga yang terdampak parah oleh bencana banjir bandang dahsyat yang melanda wilayah Sumatera pada November 2025 lalu, termasuk Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Percepatan pembangunan huntara Aceh Tamiang ini bertujuan untuk menyediakan tempat tinggal yang layak dan manusiawi bagi para penyintas yang kehilangan rumah mereka. Sebelumnya, banyak warga terpaksa mengungsi di tenda darurat atau posko pengungsian dengan kondisi seadanya, sehingga kehadiran huntara sangat dinantikan untuk memulihkan kondisi mereka.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjadi garda terdepan dalam proyek vital ini, dengan target penyelesaian yang ambisius. Pembangunan huntara ini diharapkan dapat segera rampung agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan normal dengan fasilitas yang memadai dan meninggalkan posko pengungsian.
Kualitas Hunian dan Apresiasi dari Masyarakat Aceh Tamiang
Balqis Andresia Putri, seorang warga dari Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, mengungkapkan rasa leganya atas upaya pemerintah. “Masyarakat yang rumahnya hanyut kini bisa tinggal di tempat yang lebih layak daripada tenda darurat,” katanya, menekankan pentingnya hunian yang nyaman bagi para korban. Ia juga berharap agar pembangunan ini dapat segera diselesaikan sehingga seluruh warga bisa kembali memiliki hunian.
Meskipun bersifat sementara, huntara yang dibangun oleh Kementerian PU ini mengutamakan kualitas material dan kenyamanan penghuni. Setiap blok huntara dirancang dengan ukuran 24 x 14,4 meter, menggunakan material unggulan yang menjamin ketahanan dan keamanan. Petugas merangkai struktur baja ringan galvanis yang kuat dan antikarat sebagai kerangka bangunan, memastikan durabilitas jangka panjang.
Dinding huntara menggunakan panel modular yang dirancang khusus agar tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem, memberikan perlindungan maksimal bagi penghuni. Kualitas bahan-bahan premium ini bahkan mendapat pujian langsung dari Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, saat meninjau lokasi. “Bahan-bahannya premium dan sangat layak untuk masyarakat di sini,” ujarnya.
Skala Pembangunan dan Fasilitas Pendukung yang Komprehensif
Saat ini, Kementerian PU secara intensif mengebut pembangunan 384 unit huntara yang diperuntukkan bagi 96 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Aceh Tamiang. Proyek ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menyediakan hunian yang memadai bagi warga terdampak banjir bandang.
Secara keseluruhan, pemerintah telah merencanakan pembangunan 15 ribu unit hunian sementara di tiga provinsi yang terdampak. Dari jumlah tersebut, 12 ribu unit dialokasikan untuk Aceh, kurang lebih 2.000 unit untuk Sumatera Utara, dan 500 unit untuk Sumatera Barat. Tahap awal pembangunan di Aceh Tamiang mencakup 600 unit yang dijadwalkan akan diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026.
Selain unit hunian, pemerintah juga akan menyerahkan berbagai fasilitas pendukung untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup penyintas. Fasilitas tersebut meliputi taman bermain untuk anak-anak, jaringan WiFi untuk konektivitas, 14 unit dapur umum, serta 120 unit toilet dan kamar mandi yang bersih dan layak. Kelengkapan fasilitas ini diharapkan dapat mendukung kehidupan sehari-hari warga selama masa pemulihan.
Kunjungan Presiden dan Komitmen Pemerintah dalam Penanganan Bencana
Komitmen pemerintah terhadap penanganan pascabencana ini semakin diperkuat dengan kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Kabupaten Aceh Tamiang. Pada Kamis, 1 Januari 2026, Presiden Prabowo meninjau langsung lokasi pembangunan rumah hunian yang dikerjakan oleh Danantara.
Kunjungan Presiden ini menunjukkan perhatian serius pemerintah pusat terhadap kondisi masyarakat terdampak dan memastikan bahwa proses pembangunan berjalan sesuai rencana. Kehadiran beliau menjadi motivasi tambahan bagi para pekerja dan harapan bagi para penyintas untuk segera mendapatkan hunian yang layak.
Langkah-langkah cepat dalam percepatan pembangunan huntara Aceh Tamiang ini menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam memberikan respons tanggap dan efektif terhadap bencana alam. Fokus pada kualitas dan kelengkapan fasilitas diharapkan dapat membantu masyarakat untuk bangkit dan memulai kembali kehidupan mereka dengan lebih baik.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)

















